Kompetensi SIJA di SMK : Upaya Menyesuaikan dengan Kebutuhan Dunia Usaha

Kompetensi SIJA di SMK : Upaya Menyesuaikan dengan Kebutuhan Dunia Usaha

 

 

MONDAYREVIEW.COM -  Perkembangan lingkungan bisnis mengakibatkan banyak pengusaha harus menyesuaikan model bisnisnya. Dan pada gilirannya mereka akan merekrut pencari kerja yang memiliki kualifikasi sesuai dengan model bisnis yang dikembangkannya.  

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespon tuntutan kebutuhan dunia usaha dan pasar kerja tersebut dengan memberi payung hukum bagi berdirinya kompetensi baru di SMK. Salah satunya adalah kompetensi SIJA (Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi).

Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi merupakan kompetensi keahlian baru di program keahlian teknik komputer dan informatika.SIJA sebutan dari Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi dibuka pada tahun pelajaran 2017/2018. Memasuki tahun ketiga penerimaan peserta didik di kompetensi ini tentu belum bisa mengevaluasi serapan dan kebekerjaan lulusannya.

Pembukaan jurusan/kompetensi keahlian ini ditandai dengan terbitnya surat keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah tentang spektrum keahlian pendidikan menengah kejuruan NO.4678/D/KEP/2016. Kompetensi baru ini termasuk dalam kompetensi yang penyelenggaraan pendidikannya berlasngsung selama 4 (empat) tahun.

Sebagian kalangan menyimpulkan bahwa kompetensi SIJA menggabungkan kompetensi Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dengan Rekayasa Piranti Lunak (RPL). Kompetensi ini tentu akan menjadikan alumnus jurusan yang setara D 1 semakin berpeluang untuk memenuhi tuntutan dunia usaha atau pengguna.

Ada beberapa keunggulan kompetensi SIJA yang patut dipertimbangkan oleh calon peserta didik.

#1 Pembelajaran sangat relevan dengan industri IT saat ini. Industri berkembang dan berubah semakin cepat. Siapa yang tidak berubah akan ketinggalan dan terdisrupsi. Tidak akan mampu bertahan dan bersaing. Maka menyesuaikan dengan perkembangan terkini menjadi cara untuk bertahan dan ‘tetap terpakai’. Kompetensi SIJA menjadi jalan bagi peserta didik untuk menyiapkan diri dalam kompetensi dunia digital yang mempengaruhi seluruh lanskap dunia usaha dan dunia industri.

#2 Setara dengan D1. Sekolahnya selama 4 (empat) tahun. Maka pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki diproyeksikan mampu bersaing dengan alumni D 1. Tentu ini akan menjadikan serapan kebekerjaan alumni SMK semakin tinggi untuk kompetensi ini.  

#3 SIJA bersertifikat nasional maupun internasional. Sertifikat tidak hanya menunjukkan formalitas pengukuran pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seorang lulusan SMK. Karya juga penting dan akan menjadi tolok ukur bagi para pemberi kerja untuk memilih kandidat pekerja yang akan direkrutnya. Namun sertifikat tetaplah penting untuk mendorong pengembangan kompetensi seseorang.

 

Yang dipelajari SIJA adalah Sistem Komputer, Komputer dan Jaringan Dasar, Pemrograman Dasar, Dasar Desain Grafis, Dasar Program Keahlian,  Infrastruktur Komputasi Awan (IaaS), Platform Komputasi Awan (PaaS),  Layanan Komputasi Awan (SaaS), Sistem Internet of Things (SloT), dan Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Materi kompetensi keahlian yang dipelajari oleh SIJA merupakan perkembangan dari Teknologi IT terbaru. Tinggal bagaimana para calon peserta didik mengukur diri. Menjajaki minat dan kemampuannya.