Kondisi Darurat, Menkopolhukam: Personel TNI POLRI dan Kementerian Terkait Segera Bergerak ke Lokasi Gempa

Kondisi Darurat, Menkopolhukam: Personel TNI POLRI dan Kementerian Terkait Segera Bergerak ke Lokasi Gempa
Foto (Faisal Aristama)

MONDAYREVIEW - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan personil TNI dan POLRI beserta Kementerian terkait bergerak menuju lokasi bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala Sulawesi Tengah untuk membantu evakuasi dan penanganan. 

"Pertama pasukan, tenaga manusia, personil untuk membantu evakuasi, membantu pembersihan puing-puing yang barangkali masih ada korban seperti apa yang terjadi di lombok, dan sekarang dengan kekuatan 7, 4 SR tentunya kita harapkan tidak ada korban, tapi tentu masih ada korban yang perlu kita bantu," ujar Wiranto seusai Rapat Darurat di Kantor Kemenkopolhukam. Jakarta, Sabtu (29/8/2018) dini hari. 

Wiranto menuturkan, pasukan evakuasi untuk membantu korban bencana alam gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yakni datang dari TNI, Polri, relawan, dan bahkan malam ini TNI sudah bergerak dari daerah yang dekat dengan bencana.

"Dari Gorontalo, Mamuju, Makasar sudah mulai bergerak menuju ketempat bencana, dan segera mereka akan aksi membantu saudara-saudara kita disana," ujarnya. 

Selain itu, kata Wiranto, unit kesehatan merupakan hal terpenting yang harus disiapkan dalam penanganan korban di lokasi gempa dan tsunami tersebut. 

"Sudah disiapkan, RS lapangan, baik dari BNPB, TNI AL, TNI AD, sudah menyiapkan tim kesehatan yang akan diangkut Hercules maupun kapal laut," tuturnya.

"Besok kita harapkan sudah siap ke lokasi," imbuh dia. 

Wiranto menambahkan, alat komunikasi dan arus listrik yang terputus hingga saat ini, menyebabkan kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, diberitakan sebelumnya, bahwa lapangan atau Bandara Palu, sementara ditutup karena ada kerusakan sistem navigasi dan beberapa run-way yang perlu dicek.

"Saat ini beberapa Instalasi rusak, sistem komunikasi, biasa pakai seluler, tapi sekarang gabisa karena ada beberapa instrumen yang perlu diperbaiki," tegasnya.

"Dilaporkan tadi Menhub bahwa hasil pengecekan runway yang sepanjang 2500 yang bisa didarati pesawat tipe 737 800 ternyata ada 500 meter yang retak, perlu dicek besok. ‎Sehingga tidak mungkin didarati pesawat jet," papar Wiranto. 

Namun, lanjut Wiranto, pemerintah berharap dengan sisa jarak 2000 meter masih dapat didarati Hercules atau CN 235 untuk bisa sampai ke Sulawesi Tengah. 

"Dari pesawat Hercules itu tentu kita harap bisa mempercepat bantuan personel, kesehatan, tenda velbag, makanan segera bisa kita datangkan di tempat bencana," tegasnya.

Besok pagi akan dilakukan pengecekan terakhir, oleh kemenhub dengan mengirim satu unit Heli dari makasar menuju Palu dan membawa alat navigasi sekalian untuk kemudian digunakan untuk menghandle pesawat-pesawat yang bawa bantuan logistik," tambahnya.