Lima Jurus Bank Indonesia Memulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Lima Jurus Bank Indonesia Memulihkan Ekonomi Pasca Pandemi
Sumber gambar: antaranews.com

MONDAYREVIEW.COM – Pasca ditemukannya vaksin covid-19, negara-negara dunia optimis akan bisa kembali memulihkan ekonominya. Pemulihan ekonomi tidak hanya mengandalkan vaksin semata, namun harus dengan strategi yang matang dan terkoordinir antar berbagai lembaga negara. Salah satu lembaga negara yang cukup berperan dalam pemulihan ekonomi di Indonesia adalah Bank Indonesia. BI mengatakan sudah mempunyai lima jurus guna pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun 2021.

Bank Indonesia (BI) optismistis kalau  pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun depan, sehingga perekonomian bisa pulih minimal ke level pra Covid-19. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ada beberapa syarat yang harus dilakukan agar pemulihan ekonomi bisa semakin cepat. Lima kebijakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional yang dimaksud Perry adalah. Pertama, pembukaan secara bertahap sektor yang produktif dan aman.

Pembukaan sektor dengan prioritas tertinggi adalah pada 6 sektor yang memberi kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi dan ekspor. Seperti sektor makanan minuman, tanaman perkebunan, industri imia, kehutanan, tanaman hortikultura, dan pertambangan bijih logam. Lalu, disusul dengan pembukaan 15 sektor prioritas kedua yang antara lain pengolahan tembakau, tanaman pangan, peternakan, real estate, komunikasi, industri TPT, industri barang dari logam, dan industri logam dasar. Kedua sektor prioritas tersebut menyumbang hampir 40% PDB. Vaksinasi dapat diprioritaskan pada sektor-sektor ini dan disiplin protokol kesehatan juga tetap perlu.

Kebijakan kedua, mempercepat realisasi stimulus fiskal. Seperti yang kita ketahui, pemerintah mematok defiist fiskal sebesar 5,87% dari PDB pada tahun depan. Perry optimistis, kalau stimulus fiskal ini mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional. Ketiga, peningkatan kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha untuk mengatasi credit crunch. Perry optimistis, kalau pertumbuhan kredit pada tahun 2021 mampu berada di kisaran 7% hingga 9%.

Keempat, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial. Bank sentral memegang peran dalam kebijakan ini. Perry bilang, BI akan tetap hadir dengan stimulus moneter dan makroprudensial yang akomodatif, juga digitalisasi sistem pembayaran dan pendalaman pasar uang, penguatan ekonomi syariah, juga UMKM.

Sementara kebijakan kelima, Indonesia perlu untuk menciptakan iklim yang ramah dengan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya bagi  UMKM. Poin kelima ini sudah berjalan programnya yang dicanangkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta beberapa BUMN. UMKM didorong untuk go digital di tengah pandemic.

Lima hal tersebut akan efektif dijalankan jika program penanganan pandemic pun berjalan dengan baik. Namun jika angka positif covid-19 terus meningkat dan tak kunjung menurun, harapan pemulihan ekonomi menjadi semakin sulit. Karena masyarakat yang sehat adalah prasyarat pengembangan dan pemiulihan ekonomi.  Vaksin menjadi program yang strategis guna mengeluarkan masyarakat segera dari pandemic.