Maksimalkan Potensi Masyarakat Sekitar, SMK 1 Cilegon Ciptakan Mesin Pencetak Batu Bata

Maksimalkan Potensi Masyarakat Sekitar, SMK 1 Cilegon Ciptakan Mesin Pencetak Batu Bata
Mesin pencetak batu bata karya siswa SMKN1 Cilegon, saat dipamerkan di gelaran LKS SMK 2019, di JEXPO, Yogyakarta.

RATUSAN orang berlalu lalang di booth pameran yang berjejer di sekitar venue Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2019. Satu persatu dari mereka terlihat antusias memperhatikan sambil sesekali menanyakan terkait produk-produk yang dipamerkan.

Beberapa pengunjung lain berkeliling sambil mengabadikan produk yang dianggap menarik dengan kamera ponsel mereka. Sementara penjaga masing-masing booth yang notabene merupakan guru atau siswa SMK dengan sigap menjawab satu demi satu pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh pengunjung.

Dari puluhan booth yang ada, salah satu yang menarik yaitu pameran dari SMKN 1 Cilegon. Dimana produk-produk yang dipamerkan cukup sederhana namun aplikatif dan bermanfat. Salah satunya seperti mesin pencetak batu bata hasil karya dari siswa sekolah tersebut. Mesin itu cukup menarik karena begitu erat dengan salah satu mata pencaharian masyarakat sekitar, yaitu pembuat batu-bata.

Suryana, salah satu Guru Teknik Mesin SMKN1 Cilegon mengatakan, mesin itu digagas pembuatannya karena melihat potensi masyarakat terutama yang ada di sekitar sekolah banyak yang mempunyai usaha batu bata. Menurutnya, dengan hadirnya alat ini akan membantu kerja mereka lebih mudah. “Juga pastinya akan meningkatkan produktifitas yah,” ujar dia di booth pameran LKS SMK, di JEXPO, Yogyakarta, Selasa (9/7).

Ia mengatakan, dengan mesin tersebut, produksi batu-bata akan meningkat lebih dari dua kali lipat dengan jumlah tenaga yang diperlukan lebih sedikit. ”Hasilnya, jika perhari bekerja 8 jam, jika tidak memakai alat itu hanya bisa memproduksi 500 batu bata, namun dengan alat ini bisa sampai 10-12 ribu. Itu juga hanya memerlukan dua orang sebagai operator,” ujar Suryana.

Sambil sesekali menunjukan cara kerjanya, Suryana mengatakan, dengan hadirnya mesin tersebut, komponen ongkos produksi akan bisa ditekan semakin rendah, dengan produktivitas yang tinggi. Menurut dia, hal itu akan membuat harga jualnya pun akan semakin murah sehingga bisa bersaing dengan produk-produk lain.

Saat ini, produk karya siswa SMK 1 Cilegon itu dalam penajajakan untuk diproduksi secara masal. Suryana menagatakan, sejak mesin itu didemonstrasikan, sudah banyak yang ingin memesan dan juga menanyakan harga jualnya. Terlebih setelah berjalan dua hari dipamerkan di LKS SMK 2019, produk tersebut sudah beberapa kali dipesan dan ditawar oleh orang-orang dari luar daerah.

Namun untuk mencapai itu, Suryana berharap ada bantuan dari pemerintah baik berupa alat maupun dana produksi. Menurut dia, jika hanya mengandalkan dari sekolah maka kemungkinan produksinya akan tersendat. Ia menilai, hal semacam itu penting dalam rangka memparalelkan kurikulum praktek dengan unit produksi.

“Sehingga dari sisi pelajaran siswa dapat ilmunya, kemudian hasilnya ada produk manfat yang mempunyai nilai ekonomis, tentunya itu bisa berbalik pada kebaikan sekolah dan dunia pendidikan,” tutur dia. (ADV)