Massa akan Anarkis Jika Pimpinan KPK Tolak Temui Amien Rais

Massa akan Anarkis Jika Pimpinan KPK Tolak Temui Amien Rais
Suasa di halaman gedung KPK

MONDAYREVIEW.COM- Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan alumni aksi 411 dan 212 mengancam pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika menolak menemui tokoh reformasi, Amien Rais. Bahkan mereka mengancam akan melakukan tindakan anarkis jika hal tersebut terjadi.

“Meski ini bulan puasa, kami akan berbuat anarkis,” ujar salah satu orator di depan gedung KPK, Jakarta, Senin (5/5).

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa Amien Rais merupakan sosok yang jujur dan bersih. Sehingga tidak mungkin melakukan perbuatan korup seperti yang  dituduhkan  KPK. “Tidak mungkin ayahanda kami melajukan korupsi, melakukan perbuatan keji seperti itu. Kami akan melakukan pengawalan,” katanya.

Kedatangan Amien Rais ke gedung KPK bertujuan untuk menemui pimpinan KPK untuk memberikan klarifikasi atas penyebutan namanya saat sidang korupsi pengadaan alat kesehatan di Kemenkes dengan tersangka Siti Fadilah Supari. Amien juga berencana memberikan laporan terkait dua nama besar yang diduga terlibat dalam perkara korupsi lain.

Amien Rais disebut menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta dari Yayasan Sutrisno Bachir. Hal itu dibenarkan oleh Amien Rais. Namun, Amien menegaskan bahwa aliran dana tersebut untuk keperluan operasional partai dan kegiatan sosial keagamaan.

Sebelumnya Jurubicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa pimpinan KPK tidak dapat menemui pihak mana pun yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan perkara yang ditangani KPK.  Febri malah menyarankan agar Amien Rais lebih baik menyerahkan laporan tersebut pada unit pengaduan masyarakat KPK.

"Tapi kalau ada indikasi korupsi atau laporan silakan disampaikan ke KPK. Kita punya unit pengaduan masyarakat dan akan diterima di sana,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan massa pendukung Amien Rais tersebut mamadati gedung Gedung KPK. Sementara itu belum ada tanda-tanda akan adanya kedatangan dari mantan Ketua umum DPP PAN itu.