Media Negeri Jiran Ikut Pantau Putusan MK

Media Negeri Jiran Ikut Pantau Putusan MK

MONDAYREVIEW.COM - Sorotan media negeri jiran pada situasi politik di Tanah Air jelang pengucapan keputusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa PHPU. Kantor berita Vietnam mengutip dua media nasional mereka TTXVN dan MediaPlus menyoroti kesiapan pihak keamanan Indonesia dalam mengawal momen pengucapan putusan tersebut.

Media Vietnam itu melansir sebanyak 47.000 personel dari kepolisian Indonesia, militer dan administrasi dimobilisasi untuk mengamankan tempat-tempat penting di Jakarta pada tanggal 27 Juni ketika Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan mengumumkan keputusannya mengenai kasus sengketa pemilihan presiden.

Mediaplus mengutip pernyataan Juru bicara kepolisian nasional Brigjen. Jenderal Dedi Prasetyo yang mengatakan bahwa dalam upaya untuk mengantisipasi gangguan publik, 17.000 tentara, 28.000 polisi dan 20.000 petugas dari administrasi ibukota akan dikerahkan. Sekitar 13.000 personil akan ditugaskan di kompleks gedung MK, 15.000 sisanya akan ditempatkan di Istana Negara, gedung Komisi Pemilihan Umum, gedung Badan Pengawas Pemilu, dan sejumlah kedutaan, kata Dedi.

Pejabat itu menekankan bahwa dengan langkah-langkah keamanan seperti itu, masyarakat setempat tidak boleh khawatir dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari pada hari keputusan diucapkan. Pemilihan Indonesia diadakan pada 17 April untuk memilih presiden, wakil presiden, dan lebih dari 20.000 anggota parlemen lokal dan nasional.

Presiden petahana Joko Widodo dan pensiunan jenderal Prabowo Subianto maju dalam kontestasi pilpres yang penuh dengan drama politik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pada 21 Mei 2019 bahwa Joko Widodo memenangkan pemilu. Sementara itu, saingannya, Prabowo Subianto menolak hasilnya, dan mengajukan gugatan atas hasil pemungutan suara

di Mahkamah Konstitusi. Kantor berita Malaysia Bernama pun ikut mengutip berita dari kantor berita vietnam tersebut.