Memprihatinkan, Jumlah Buta Aksara di Indonesia Masih Tinggi

Memprihatinkan, Jumlah Buta Aksara di Indonesia Masih Tinggi
Ilustrasi by Journal IR

MONDAYREVIEW.COM-   Pemerintah harus bekerja keras untuk memberantas buta aksara di Indonesia. Pasalnya hingga saat ini jumlah penduduk yang buta aksara terbilang sangat tinggi, yakni sekitar 3,4 juta penduduk atau 2,07 persen.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (8/9).

Menurutnya pada peringatan Hari Aksara Internasional yang jatuh pada 8 September, dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk meningkatkan literasi bangsa Indonesia. Berdasaran data peringkat literasi Indonesia sangat memprihatinkan. "Bagi kita era ini sudah dinikmati, namun peringkat literasi kita masih urutan 60 dari 61 negara yang disurvey. Artinya masih memprihatinkan dan perlu kerja keras untuk menaikkannya," katanya.

Menurutnya, tema peringatan Hari Aksara Internasional pada tahun ini yakni Membangun Budaya Literasi di Era Digital. Namun menurutnya, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mengentaskan buta aksara.  Khususnya oleh pihak-pihak terkait antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Perpustakaan Nasional RI.

Lebih lanjut Politikus PKS ini menilai kendala pengentasan literasi saat ini adalah koordinasi internal antar sektor tersebut belum maksimal. Ia mengungkap instansi yang bersinggungan dengan aksara tersebut masih rendah.

"Program pemberantasan buta aksara ada di Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, dan yang terus memantau tingkat literasi negeri ini adalah Perpusnas. Koordinasi antar keduanya pun tak terlihat, belum lagi dengan instansi lain yang mengampu fungsi pendidikan," jelasnya.