Menakar Calon Menaker

Menakar Calon Menaker

MONDAYREVIEW - Rakyat membutuhkan lapangan pekerjaan. Para pekerja atau buruh juga membutuhkan perbaikan nasib. Sebagai negara berpenduduk besar Indonesia memiliki angkatan kerja yang terus tumbuh. Bonus demografi menanti bagi bangsa ini yang terus memupuk optimisme di tengah persaingan yang sangat ketat. Nasib buruh dan pencari kerja menjadi perhatian utama Relawan Balad Jokowi yang berkhidmat untuk mengawal amanat Konstitusi.

Kiprah relawan Balad Jokowi dalam kerja nyata dan gagasan konseptual konstruktif terus bergulir. Tak lekang karena panas tak lapuk karena hujan. Semangat Balad Jokowi terus menguat tanpa banyak debat.  Kajian dan riset tentang Kabinet Indonesia Kerja Jilid 2 jalan terus dan semakin panas. Pada Senin (16/09/2019) Balad Jokowi kembali merilis hasil pemikirannya.

Salah satu posisi penting dalam Kabinet mendatang adalah Menteri Tenaga Kerja. Keberhasilan ekonomi bergantung pada kemampuan Menaker menata regulasi yang membuka ruang dan mendorong serapan tenaga kerja lokal di tengah persaingan terbuka dan aliran investasi.

Di satu sisi nasib buruh harus diperbaiki. Di sisi lain jangan sampai investor hengkang karena persoalan perburuhan yang mengganggu iklim dan atmosfer dunia usaha dan dunia industri. Menteri Tenaga Kerja ditantang untuk memperkuat daya saing SDM dalam negeri. Melindungi kepentingan pekerja atau buruh termasuk buruh migran.

Publik dapat menilai mana calon Menaker yang memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagi program dan tanggung jawab setidaknya pada beberapa hal berikut ini.

#1 Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan daya saing tenaga kerja dan produktivitas. Menaker harus memiliki kapasitas seperti seorang Direktur HRD papan atas yang mampu memetakan kebutuhan SDM Buruh sesuai tuntutan dunia usaha dan perkembangan zaman. Berbagai bentuk diklat yang diselenggarakan harus mampu mendorong daya saing buruh memasuki era industry 4.0.

#2 Peningkatan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja. Di era ini Menaker harus memiliki strategi yang handal dalam penempatan SDM buruh. Ibarat Manajer Klub Bola yang pandai membidik kesempatan dan posisi yang tepat bagi anak asuhannya.

#3 Peningkatan peran hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Menaker juga harus memiliki kemampuan ‘diplomasi’ berhadapan dengan para pengusaha agar tetap berinvestasi di Indonesia dengan tetap mengutamakan nasib buruh yang dipekerjakannya.

#4 Pembinaan pengawasan ketenagakerjaan serta keselamatan dan kesehatan kerja. Menaker harus mampu terus mengembangkan budaya kerja yang aman dan sehat bagi kepentingan semua fihak.

Balad Jokowi berharap Menaker kelak adalah sosok yang memiliki keperfihakan yang jelas pada nasib buruh sekaligus memiliki kepemimpinan yang inspiratif bagi jajarannya untuk menyongsong era Indonesia Emas kelak.