Meneguhkan Peran Kebangsaan UCY Sebagai Perguruan Tinggi Islam

Meneguhkan Peran Kebangsaan UCY Sebagai Perguruan Tinggi Islam

MONDAYREVIEW.COM - Pergulatan Islam dan kebangsaan senantiasa menarik dalam perjalanan sejarah Indonesia. Dari tokoh, organisasi, dan lembaga pendidikan Islam kita dapat menelaah dan mencerna saripatinya. Tak henti kita menggali nilai dan menafsir kembali semangat para pendiri bangsa. Para pejuang dan cendekiawan yang telah memberi kontribusi penting dalam perjalanan panjang itu.

Salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam pergulatan keislaman dan keindonesiaan adalah Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY). Di masa awal berdirinya perguruan tinggi ini berada di Surakarta. Salah satu alumnusnya adalah Ahmad Syafii Maarif. Guru besar sejarah yang pernah menakhodai ormas besar Muhammadiyah. Salah satu tokoh yang menjadi cermin paling jernih dalam membaca peran kebangsaan Ummat Islam di Indonesia, setidaknya menurut sejumlah kalangan.

Harapan dan semangat itu terlihat saat Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Ciptasari Prabawati S.Psi. M.Sc. Ph,D melantik dan mengambil sumpah sebelas  pejabat  di aula kampus setempat, Jumat (15/11/2019). Tak kurang dari sebelas  pejabat yang di lantik. Mereka adalah Wakil Rektor Satu dan Tiga, dua Dekan Fakultas, 4 Ketua Lembaga dan 3 orang Kepala Biro.

Universitas ini mengusung nama besar H.O.S Tjokroaminoto. Tokoh Sarekat Islam yang menjadi guru bangsa, gurunya para ideolog. Salah satu pemikir terdepan pada masanya. Dengan wawasan yang luas melampaui kebanyakan kaumnya yang tertindas, terjajah, dan terbelakang. Suluh bangsa itu telah meninggalkan visi dan gagasan besar bagi Indonesia untuk menjadi bangsa merdeka, berdaulat, maju dan bermartabat.

Rektor Ciptasari Prabawati S.Psi.M.Sc.Ph,D usai pelantikan kepada wartawan mengatakan, perguruan tinggi ini akan lebih mempertegas identitas Islam  karena pada dasarnya UCY memang perguruan tingggi Islam. Pada saat yang sama UCY juga ingin meneguhkan perannya sebagai universitas yang peduli pada kehidupan kebangsaan yang luhur.  

Sejarah panjang UCY sangat berharga bagi bangsa. Pada masa awal berdirinya, kala itu bernama Universitas Cokroaminoto, patut dicatat pula peran salah satu rektornya yakni Prof dr KRMT Saleh Mangundiningrat. Pribadi yang konsisten dalam profesinya sebagai dokter yang mengabdikan dirinya bagi kerja kemanusiaan. Sebagaimana umumnya lulusan pendidikan berstandar Eropa ia semula dikenal memberikan kebebasan dalam pendidikan bagi anak-anaknya. Di masa tuanya ia semakin dekat dengan Al Qur’an dan ajaran Islam. Perjalanan individual yang juga dialami oleh banyak pemimpin kita.

Keturunan langsung Saleh Mangundiningrat menjadi tokoh-tokoh berpengaruh. Poppy Sjahrir, Soedjatmoko, Miriam Budiardjo, dan Nugroho Wisnumurti. Ketokohan mereka sekaligus menjadi cermin bagi perjalanan Keindonesiaan. Juga menjadi suluh bagi perjalanan menegakkan kedaulatan bangsa dan mengawal demokrasi.

Wakil Rektor Satu, Paryanto S.Ag. MIP menyatakan akan melakukan kinerja yang terbaik untuk mengembangkan universitas, karena UCY merupakan universitas tua yang harus dibangun untuk memberikan kontribusi lebih banyak kepada bangsa dan negara. Internalisasi menjadi agendanya dan reorganisasi UCY menjadi pintu sekaligus jalan bagi upaya penguatan peran kebangsaannya sebagai perguruan tinggi Islam.