Mengapa Cina Batasi Impor Emas?

Mengapa Cina Batasi Impor Emas?

 

MONDAYREVIEW.COM -  Dampak dari Perang Dagang ke Perang Mata Uang berimbas pula pada perdagangan emas dunia. Untuk mempertahankan stabilitas Yuan, Cina mulai membatasi impor emas. Hal yang diyakini akan menghemat cadangan Dollar mereka.

Cina sebagaimana dilansir Reuters adalah importir emas terbesar di dunia, menyedot sekitar 1.500 ton logam senilai sekitar $ 60 miliar tahun lalu. Menurut data bea cukai - setara dengan sepertiga dari total pasokan dunia.

Permintaan Cina untuk perhiasan emas, batang investasi dan koin telah meningkat tiga kali lipat dalam dua dekade terakhir karena negara ini dengan cepat menjadi lebih kaya. Cadangan emas resmi China naik lima kali lipat menjadi hampir 2.000 ton, menurut data resmi.

Cina telah sangat membatasi impor emas sejak Mei 2019. Memasuki bulan keempat tahun ini Cina semakin terlihat berhati-hati dalam mengendalikan stabilitas ekonomi terutama neraca perdagangannya. Strategi ini menunjukkan bahwa hubungan antara emas dan mata uang tidak saja terkait devisa negara dalam bentuk emas namun juga melibatkan pembatasan impor emas untuk menahan cadangan Dollar yang masih menjadi acuan mata uang dunia.

Langkah yang dapat ditujukan untuk membatasi arus keluar dolar dan memperkuat mata uang yuan ini dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi Cina yang melambat. Perlambatan yang tentu saja mengkhawatirkan dunia. Ukuran ekonomi Cina yang besar menjadikan setiap gejala perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu itu berdampak pada ekonomi dunia.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah memotong pengiriman sekitar 300-500 ton dibandingkan dengan tahun lalu - senilai $ 15-25 miliar dengan harga saat ini. Jumlah yang tidak sedikit ini membawa pengaruh yang signifikan. Walaupun tidak serta merta membuat harga emas jatuh atau turun.

Pembatasan itu muncul sebagai konfrontasi perdagangan yang meningkat dengan Amerika Serikat yang telah menyeret laju pertumbuhan China ke yang paling lambat dalam hampir tiga dekade dan menekan yuan ke level terendah sejak 2008.

Hampir seluruh bank sentral di seluruh dunia menyimpan cadangan devisa dalam bentuk emas. Emas merupakan salah satu instrumen yang lumrah dijadikan pelindung nilai (hedging) karena nilainya yang relatif stabil dibanding instrumen berisiko lain.