Mengenal Investasi Saham untuk Pemula

Mengenal Investasi Saham untuk Pemula
Sumber gambar: antaranews.com

MONDAYREVIEW.COM – Saham merupakan instrument investasi yang mempunyai peluang keuntungan paling besar dibanding instrument lainnya. Namun resikonya pun sebanding dengan keuntungan yang didapatkan. Karena itu bermain memilih saham sebagai instrument investasi mesti dibekali dengan pengetahuan dasar mengenai saham. Walaupun begitu tak ada salahnya untuk memulai berinvestasi saham sejak masih muda. Seiring dengan jam terbang maka kemampuan kita akan terasah dalam berinvestasi.

Sebelum mengetahui bagaimana cara berinvestasi lewat saham, pertama kita harus mengerti terlebih dahulu hakikat dari saham. Saham merupakan surat yang berisi bukti kepemilikan seseorang terhadap modal sebuah perusahaan. Perusahaan sendiri menerbitkan saham dengan tujuan mendapatkan dana tambahan modal walaupun harus membagi persentasi kepemilikannya kepada public. Hal ini dengan konsekuensi saat perusahaan memperoleh profit, maka pemilik saham pun mendapatkan bagian yang disebut dengan deviden.

Perusahaan menerbitkan saham melalui perusahaan sekuritas. Kita pun membeli saham lewat perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ini merupakan broker bagi penerbit dan pembeli saham. Saham yang sudah kita beli pun bisa kita jual lagi dengan jasa perusahaan sekuritas. Jika kita masih pemula dan ingin berinvestasi secara lebih aman, maka ada perusahaan reksadana yang menjadi manajer investasi bagi kita. Kita tinggal menyetor sejumlah uang dan perusahaan reksadana yang akan mengatur penyaluran dana tersebut mau diinvestasikan kemana.

Dalam berinvestasi saham, kita bisa memilih cara untuk mendapatkan keuntungan. Pertama adalah melalui deviden, cara ini meniscayakan kita tidak boleh menjual saham kita. Kedua adalah dengan menjual saham saat harganya sedang naik dibanding saat kita membelinya. Tentu saja berinvestasi saham juga harus siap dengan resiko, berupa harga saham yang turun. Keuntungan dari saham bisa didapatkan dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk saham juga.

Agar memperoleh keuntungan, maka kita tidak boleh asal-asalan dalam memilih perusahaan emiten saham. Ada dua analisis yang digunakan untuk menilai saham, pertama adalah analisis fundamental. Analisis ini kita dituntut untuk menilai kinerja perusahaan melalui laporan keuangannya dan juga pemberitaannya. Jika kinerja sebuah perusahaan bagus, maka harga saham akan cenderung naik. Sebaliknya apabila perusahaan ambradul, harga sahamnya akan cenderung turun.

Sementara itu analisis teknikal yakni analisis yang menganalisa saham dari fluktuasi harga saham untuk diprediksi harga ke depannya. Jika trendnya naik, maka saham layak dibeli. Sebaliknya jika cenderung turun maka saham layak untuk dijual kembali. Zaman dahulu membeli saham membutuhkan dana yang besar. Hari ini membeli saham 100.000 saja sudah bisa dapat 1 lot. Transaksi saham hari ini sudah berbasis aplikasi di ponsel pintar.  Berinvestasi saham hendaknya memakai uang dingin, yakni uang di luar kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu jikalau menderita kerugian maka tidak akan berdampak pada perekonomian rumah tangga.