Nego Ngotot Buronan Jho Low : Mega Skandal Tak Kunjung Usai

Nego Ngotot Buronan Jho Low : Mega Skandal Tak Kunjung Usai
Jho Low/ malaysiakini.net

MONDAYREVIEW.COM –  Indonesia memiliki banyak kasus skandal keuangan yang belum terbongkar sepenuhnya. Ada BLBI, Bank Century, Edi Tanzil, dan seterusnya. Demikian juga dengan negri jiran Malaysia. Mega skandal 1MDB belum sepenuhnya tuntas hingga hari ini.

Dalam rangkaian laporan eksklusif Al Jazeera mengungkapkan upaya buronan paling dicari dalam skandal keuangan Malaysia, Jho Low, untuk bernegosiasi dengan Pemerintah setempat. Penjahat kerah putih ini masih keukeuh mengaku tak bersalah. Langkah bisnisnya sepenuhnya legal. Ia mengaku hanya meminjam dana sebagaimana layaknya debitur lainnya.  

Tanpa campur tangan FBI mungkin skandal ini bakalan ruwet bahkan tak terungkap. Keterlibatan lembaga anti kriminal di negeri adikuasa itu memang terbukti sulit dihadang para kriminal kerah putih. Hingga akhirnya mampu meruntuhkan kekuasaan politik orang terkuat di Malaysia. Skandal 1MDB senilai $ 4,5 miliar menjatuhkan mantan perdana menteri negara itu, Najib Razak. Sebuah drama politik yang panjang. Hingga Najib dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Skandal ini juga menguak borok kredibilitas lembaga keuangan internasional paling terpercaya. Ternyata Bank investasi internasional Goldman Sachs, yang sering dianggap tidak tersentuh, juga dituduh menyuap pejabat asing yang korup untuk memenangkan bisnis 1MDB dan dipaksa untuk membayar miliaran dolar kepada regulator keuangan di seluruh dunia, termasuk di Malaysia dan Amerika Serikat. Gegerlah dunia persilatan dimana uang investor kaya dipercayakan.

Aneh bin ajaib pihak berwenang belum menemukan penjahat kakapnya. Si pemegang kunci kotak pandora. Orang yang berpotensi menyimpan semua rahasia dengan tepat berapa banyak uang yang dicuri. Dialah Low Taek Jow yang beken dipanggil Jho Low. Oleh penulis Wall Street Journal ia dijuluki Paus Milyaran Dollar. Bukan kakap lagi.

Jho Low sungguh lihai. Lima tahun ia bersembunyi tak terendus para pemburunya dari Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. Kehadiran publik satu-satunya adalah situs resminya, jho-low.com, di mana pernyataan tertulis yang memprotes tidak bersalah diposting oleh pengacaranya.

Rekaman Jho Low yang ditampilkan dalam program tersebut, diperoleh secara eksklusif oleh Al Jazeera, adalah rangkaian percakapan telepon yang dia lakukan dengan mantan pemerintah Malaysia, yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad.

Nego itu terjadi dalam beberapa minggu dan bulan segera setelah kemenangan telak koalisi pimpinan Mahathir melawan Najib Razak pada Mei 2018. Di dalam percakapan itu, sang buronan mengkhianati sesama konspirator, menawarkan orang lain,  yang juga dalam pelarian, sebagai saksi potensial dalam kasus terkait 1MDB. Ia juga mengeluh tentang meningkatnya biaya perwakilan hukum. Jho low tereksan kuat merasa terdholimi dan tak menunjukkan penyesalannya.

Selebihnya Jho Low merasa hanya meminjam miliaran dari 1MDB untuk keperluannya sendiri, antara lain, real estat mewah di seluruh dunia, mahakarya seni, jet pribadi, dan mega -yacht, belum lagi sampanye Christal senilai jutaan dolar.

Mantan agen khusus FBI, Debra LaPrevotte, yang terlibat dalam tahap awal penyelidikan 1MDB dan sekarang menjadi penyelidik senior LSM anti-kleptokrasi The Sentry, langsung menyangkal Jho Low. Ia menegaskan bahwa jika tidak ada kesalahan, orang tidak akan mengembalikan asetnya. Tidak akan ada aset yang disita. Pengembalian dan penyitaan menjadi bukti kuat bahwa telah terjadi penyimpangan yang merugikan negara.

Namun kesaksian lain datang dari mantan penyidik FBI. Bill McMurry, Agen Khusus FBI yang memimpin penyelidikan 1MDB dari tahun 2015 hingga baru-baru ini dan yang sekarang bekerja dengan perusahaan 5 Stones Intelligence, tidak meragukan kesalahan Jho Low. Bill sangat yakin dapat membuktikan keterlibatan Jho Low dan posisinya dalam skandal ini.

Jho Low menyalahkan dengan tegas atas pencurian 1MDB pada mantan Perdana Menteri Najib, yang juga merupakan menteri keuangan pada saat miliaran orang dicuri dari dana kekayaan. Ia seakan menjadi whistle blower yang siap menjerumuskan Najib lebih dalam sebagai biang keladi atas semua kesalahan yang terkait dalam skandal ini.   

Dia menambahkan dukungan untuk temuan Departemen Kehakiman AS bahwa sebagian besar lebih dari $ 1 miliar yang masuk ke rekening bank pribadi Najib Razak berasal dari 1MDB dan bukan hadiah dari almarhum Raja Arab Saudi Abdullah, sebagai mantan perdana menteri.

Kasus ini memberi pelajaran bagi para penguasa dan politisi pada umumnya bahwa dirinya sangat potensial diperalat oleh para pebisnis petualang yang ingin mengeruk uang negara. Jika para penguasa tergoda menimbun harta dan main mata dengan pebisnis nakal pada akhirnya ia akan mengalami akhir yang tragis. Dikhianati oleh mantan kongsinya yang tak ingin ikut menikmati kesusahannya.