Pilkada Rasa Pandemi

Pilkada Rasa Pandemi
kantor Bawaslu/ net

MONDAYREVIEW.COM – Suasana dan atmosfir politik pilkada sudah semakin menggeliat di berbagai daerah. Sementara angka kenaikan kasus pandemi juga terus merangkak naik. Upaya mendorong peningkatan kampanye daring baik melalui media daring maupun media sosial, ternyata tidak membuahkan hasil maksimal. Padahal, metode itu adalah yang diharapkan paling banyak digunakan untuk mencegah penularan COVID-19.

Untuk itu Badan Pengawas Pemilihan Umum mendorong agar seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian terhadap penguatan protokol kesehatan di Pemilihan Kepala Daerah 2020 seiring dengan semakin menurunnya kampanye daring yang dilaksanakan kandidat.

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada pada 10 hari ketiga tahapan kampanye, metode daring mengalami penurunan jumlah dibandingkan 10 hari sebelumnya.

Pada periode 16 hingga 25 Oktober 2020, ada sebanyak 80 kegiatan kampanye metode daring, turun dibandingkan pada periode 6 hingga 15 Oktober yaitu sebanyak 98 kegiatan.

 Penurunan jumlah itu menggambarkan, metode ini bukan kegiatan utama yang diprioritaskan oleh tim kampanye dan atau pasangan/calon sebagai bentuk aktivitas untuk berkomunikasi dengan pemilih. Berdasarkan analisis Bawaslu kurangnya minat atas kampanye dengan metode baru ini diduga karena ketidaksiapan tim kampanye dan atau pasangan calon dengan perangkat kampanye daring.

Metode itu juga dianggap tidak dapat menjadi ruang dialog yang komunikatif sehingga dinilai tidak efektif dalam menyampaikan visi, misi, program dan pesan untuk mempengaruhi preferensi pemilih.

Sebaliknya, kampanye dengan metode tatap muka dan atau pertemuan terbatas masih menjadi yang paling diminati dan paling banyak dilakukan meski di tengah ancaman penyebaran dan penularan COVID-19.

Kontradiksi antara dua metode kampanye tersebut membuat apakah mesti memperbanyak kampanye daring atau menguatkan penegakan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan kampanye terbuka.

Tidak hanya penyediaan tetapi juga harus memastikan hal-hal tersebut digunakan dan diterapkan dalam aktivitas kampanye ditambah dengan penegakan jaga jarak dalam kegiatan.

Janji Paslon Soal Covid

Pasangan calon yang berlaga dalam Pilkada pun mengumbar janji terkait penanganan Covid-19. Hairiah yang berlaga di Pilkada Sambas 2020 menyiapkan berbagai program dalam pencegahan dan penanganan wabah COVID-19 jika dipercaya kembali untuk memimpin Sambas, Kalimantan Barat.

Ia mengklaim sudah memikirkan dan menyiapkan program apa saja ke depan ketika terpilih kembali. Pihaknya tetap mengedepankan upaya pencegahan dengan aktif, terus melakukan kampanye dan program nyata dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dari sisi kesehatan, lanjut dia, penting menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyeluruh dari sarana puskesmas, rumah sakit, dan prasarana penunjang kesehatan tenaga medis, obat-obatan, APD, dan lainnya yang harus tetap tersedia.

Dari sisi ekonomi, sektor pemberdayaan ekonomi di berbagai bidang, terutama UMKM, BUMDes, jalur distribusi yang lancar, peluang menjual produk lokal ke luar daerah, dan ekspor menjadi sorotan.

Untuk pertanian, terus meningkatkan produksi pertanian dengan menambah fasilitas alat pertanian, ketersedaian pupuk, benih, dan pasar untuk hasil jual bidang pertanian. Berikutnya, perluasan tanaman perkebunan jagung, karet, serta sayuran dan buah-buahan lokal.

Selanjutnya, di sisi pendidikan, perbaikan dan fasilitas sekolah dengan standar kesehatan yang telah disepakati secara bersama.

Bidang sosial, menggerakkan rasa kebersamaan, adat budaya, meningkatkan pariwisata. Dalam hal ini, telah ditetapkan sebagai wilayah strategis nasional di Kecamatan Sajingan dan Kecamtan Paloh.

Peningkatan olahraga dengan kegiatan kegiatan yang menggali potensi olahragawan daerah dengan pembinaan dan peningkatan fasilitas olahraga.

Untuk kepemudaan, pelibatan pemuda dalam setiap kegiatan, seni, budaya, olahraga, sosial, ekonomi kreatif, dan lainnya. Semua kegiatan dalam bingkai protokol kesehatan dan terus disosialisasikan dengan empat cara, yakni memakai masker, cuci tangan dengan sabun pakai air mengalir, jaga jarak, dan hindari kerumunan.