PON XX dan Momentum Kebangkitan Papua

PON XX dan Momentum Kebangkitan Papua
Ilustrasi foto/Net
Dengan PON dan olahraga, semangat persatuan menyebar hingga Tanah Papua. Semangat itu adalah kecintaan terhadap NKRI. 

SEKIRA pukul 07.00 WIB, masyarakat Papua tumpah ruah di sekitar Bundaran Hotel Indonesia menggelar acara ‘The Soul of Papua’. Terlihat Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang begitu antusias dan tak henti-hentinya memberi semangat kepada para peserta acara.

Turut hadir bersama Gubernur, jajaran Muspida, dan Staf Khusus Presiden Pembangunan Daerah Velix Wanggai. Berbagai acara hiburan disajikan untuk menghibur masyarakat Papua. Salah satunya adalah Tarian Yospan Massal yang diikuti sekitar 1000 penari.

Selain untuk menegaskan semangat ke-Indonesiaan warga Papua untuk memperkokoh integrasi Papua sebagai bagian dari negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), acara ini merupakan ajang soft launching Papua Siap Menjadi Tuan Rumah PON 2020. Makanya hadir pula atlet-atlet nasional seperti Okto Maniani, Patrich Wanggai, Ferry Pahabo, Gerard Pangkali, dan Metu Duaramuri. Nampak juga artis-artis asal Papua seperti Lala Suwages, Nobo Sasamu, dan Bona Pascal.

Dalam sambutannya Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, Papua bangga menjadi bagian dari Indonesia. “Banyak kemajuan yang sudah dicapai Papua selama bergabung dalam NKRI. Banyak juga kontribusi Papua untuk Indonesia,” kata Lukas Enembe, di Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Lukas mengatakan, tidak ada sekat-sekat, tidak ada hitam putih, semua yang ada di Papua sama dengan semua yang ada di NKRI, semuanya sama ‘Merah Putih’. Lukas juga menuturkan, banyak anak-anak Papua yang mewakili Indonesia berkiprah di dunia internasional, tidak terkecuali dengan para atlet yang mewakili sejumlah cabang olahraga.

Lukas lantas menegaskan, jika semangat ke-Indonesiaan masyarakat Papua akan kokoh bila diberi banyak kesempatan termasuk menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Rasanya, memang tak ada yang menyangkal bila dikatakan bahwa, masyarakat Papua adalah pecinta olahraga. Ini terbukti dari limpahan karunia Tuhan yang melahirkan para atlit nasional Indonesia dari tanah Papua. Bagi masyarakat Papua, olahraga bahkan bukan sekadar soal ketangkasan semata, namun lebih dari itu olahraga merupakan spirit, pemersatu dan daya bangkit.

Karena itu, ketika akhirnya Papua diputuskan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON ke-20 tahun 2020, hampir tidak ada yang menolak keputusan tersebut. Semua pihak, baik masyarakat Papua atau bahkan masyarakat lainnya di nusantara turut mendukungnya. Lukas Enembe sendiri selaku Gubernur dan Ketua Koni Papua, tanpa ragu mengatakan kesiapannya 100 persen.

‘Sebagai seorang gubernur saya akan mengatakan siap 100 persen untuk melaksanakan PON ke-20 pata tahun 2020 mendatang,” ujar Lukas Enembe.

Lebih lanjut, Lukas Enembe juga mengatakan, bahwa Papua adalah pusatnya olahraga dengan segala bentuk masyarakat yang semangat mengurusi bentuk kegiatan yang berhubungan dengan olehraga.

“Dengan diadakannya PON itu di Papua secara otomatis akan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, karena memang di Papua itu dipenuhi masyarakat pecinta olahraga. Jadi mereka akan selalu memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan PON,” terang Lukas.

Hal lain yang menjadi pertimbangan kenapa kemudian Papua mantap menjadi tuan rumah PON, adalah karena Lukas Enembe menyadari bahwa dengan olahraga semangat persatuan menyebar hingga tanah Papua. Semangat itu adalah kecintaan terhadap NKRI. Karena itu bagi rakyat Papua, PON yang segera akan dilaksanakan di Tanah Papua dimaknai secara khusus, yakni huruf P sebagai Pariwisata dengan Visit Papua Year 2018. Huruf O dimaknai Olah Raga menuju sukses Papua sebagai tuan rumah PON, dan huruf N adalah NKRI yang dimaknai sebagai aktualisasi potensi kepemudaan dalam memperkuat semangat nasionalisme Indonesia. Dengan tersebarnya pertandingan di beberapa kabupaten ini juga menjadi kesempatan bagi orang Papua untuk mengenalkan betapa luas dan indahnya tanah Papua dengan keragaman etnis, bahasa dan budayanya kepada saudara sebangsa dan setanah air.

Dengan terselenggaranya PON XX di 2020, diharapkan menjadi awal yang baik bagi perkembangan dan kemajuan dunia olahraga di Indonesia dan khususnya di Papua. Segudang prestasi baik di level nasional, regional dan internasional sudah ditorehkan oleh anak-anak Papua di berbagai cabang olahraga. Duta-duta olahraga asal Papua telah mengharumkan nama Papua dan juga berkibarnya bendera Indonesia di ajang Internasional.

Papua punya Lisa Rumbewas yang sukses meraih medali perak pada Olimpiade 2000 di Beijing China, ada Perlina Karoba dengan medali perunggu di Asian Games Doha Qatar, ada Ruli Nere dan Metu Duaramuri di cabang sepakbola. Di level antarnegara Asia Tenggara, ada Franklin Burumi dengan medali emas pada Sea Games di cabang atletik untuk nomor bergensi 100 Meter. Ada Fredy Mahuze dinomor lempar lembing, Ismail Sroyer di nomor lontar martil dan Julius Uwe di nomor dasa lomba, dan mereka mendapatkan medali emas.

Di cabang tinju, ada Benny Elepore, Robert Kekry di cabang gulat, Novelus Yoku di cabang Karate. Untuk olahraga favorit masyarakat Papua, yaitu sepakbola, ada Boaz Solossa, Ian Kabes, Imanuel Wanggai, Patrich Wanggai, Titus Bonay dan Ruben Sanadi.  Mereka semua bukan saja kebanggaan bagi rakyat Papua, tetapi juga bagian dari harga diri Papua dan kebanggaan nasional. Mereka punya fans berat di seluruh penjuru Nusantara.

Dengan banyaknya bibit-bibit potensial yang ada, tentu saja masyarakat Papua tidak hanya menginginkan Papua mendapatkan kehormatan akan terselenggaranya pekan olahraga nasional di Papua, tetapi juga menjadi ajang pembuktian atlet-atlet Papua untuk menunjukkan prestasinya.

Gubernur Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua KONI Papua telah menyiapkan pembinaan usia dini atlet-atlet PPLP yang berada di bawah Dinas Pendidikan Olahraga Provinsi Papua. Bibit-bibit atlet-atlet muda dari berbagai cabang olahraga ini akan dipersiapkan oleh KONI Papua untuk memberikan kejutan-kejutan di perhelatan PON XX pada tahun 2020. Masih ada waktu 1 tahun lagi untuk mempersiapkan atlet-atlet ini untuk berlaga dengan semua kontestan dari berbagai nusantara, dan tentunya atlet Papua akan disiapkan menjadi “ancaman” serius dan bagi atlet-atlet dari berbagai daerah, mereka para atlet akan merebut semua medali yang ada di berbagai cabang olahraga.

Baik Gubernur maupun masyarakat Papua tentu saja berharap Papua tak hanya sukses sebagai tuan rumah PON 2020, tetapi juga sukses meraih prestasi. Pada Pon XVIII, Papua berada pada pringkat ke 15, tetapi pada PON 2020 nanti, diharapkan dapat melampaui prestasi pada PON XII dimana Papua mampu melewati 5 besar di bawah dominasi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.