PPP dan Hanura Daerah Lebih Pilih Prabowo, Pengamat: Mungkin Hati Nurani Rakyat Bicara

PPP dan Hanura Daerah Lebih Pilih Prabowo, Pengamat: Mungkin Hati Nurani Rakyat Bicara
Ujang Komaruddin. (ist)

MONDAYREVIEW - Terdapat hal yang unik dari para pemilih di Indonesia. Pasalnya, pemilih cenderung independen dan tidak loyal pada partai.

Anggapan itu disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menanggapi hasil survei Charta Politika tentang pemilihan presiden dan legislatif 2019 di daerah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hasil survei diantaranya menunjukkan bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim sebanyak 42,9% memilih Prabowo Subianto.

Hanya 41,4% memilih Joko Widodo. PPP Jabar sebanyak 43,8% memilih Prabowo dengan 41,1% memilih Jokowi. PPP Banten 51,6% Prabowo dan 38,7% Jokowi.

Kemudian, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jatim sebesar 66,7% memilih Prabowo dengan 0,0% untuk Jokowi. Bahkan, Hanura Jabar disebutkan 100% memilih Prabowo dan 0,0% Jokowi.

"Bisa jadi karena partainya memang kurang maksimal bekerja untuk rakyat," kata Ujang dalam pesan singkat kepada MONDAYREVIEW, Kamis (7/6/2018).

Dalam kasus PPP dan Hanura, ia menuturkan jelas mengindikasikan bahwa pemilih lebih independen. Meski PPP dan Hanura telah melakukan deklarasi mendukung Jokowi, konstituen rupanya lebih memilih Prabowo.

"Mungkin hati nurani rakyat yang bicara. Bukan sesuatu yang aneh jika pilihan konstituen partai berbeda dengan pilihan partainya itu sendiri," tandasnya.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menegaskan pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidak solid-an pemilih di kedua Parpol itu adalah para pengurus partai. "Karena tidak mampu meyakinkan pemilih," pungkas Ujang.