Pusat Pembelajaran dan Riset BUMN : Ciptakan SDM bagi Industri Kreatif

Pusat Pembelajaran dan Riset BUMN : Ciptakan SDM bagi Industri Kreatif
Kantor Kemen BUMN/ net

MONDAYREVIEW.COM - Industri kreatif memiliki peluang dan potensi yang sangat besar di masa kini dan masa depan. Sumber Daya Manusia yang handal menjadi kata kunci menuju daya saing global. Film dan pada umumnya konten digital menjadi medium sekaligus produk yang sangat dibutuhkan di era ini. Maka upaya untuk menggarap peluang tersebut menjadi keniscayaan bagi sebuah bangsa.   

Sinergi dan kolaborasi diperlukan dan harus segera diwujudkan. Hal itu sedang dirintis oleh empat BUMN yakni PFN, PT Telkom, PT Dana Reksa, dan PT PPA sepakat membentuk Telecommunication and Media Institute (TMI) sebagai wadah untuk mencetak lebih banyak tenaga kerja kompeten di bidang industri kreatif.

Inovasi lahir dari proses belajar dan riset berkelanjutan. Deputi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Alex Denni, mengatakan sesuai keputusan Menteri BUMN dan seluruh pimpinan Kementerian BUMN bahwa BUMN harus memiliki “Learning Institute dan Research Institute”, sebagai pusat inovasi guna menghadapi tuntutan zaman yang kian menantang.

Agar mampu bersaing, BUMN perlu terobosan spesifik dan relevan. Kehadiran Learning and Research Institutes diprioritaskan untuk melahirkan ‘world class leaders’ dan talenta unggul BUMN. Agar terjadi percepatan praktik manajemen BUMN berstandar global, berkapabilitas digital, serta mampu membangun teknologi spesifik yang dibutuhkan sebuah BUMN agar tetap relevan.

Oleh karena itu, Perum Produksi Film Negara, PT Telkom Indonesia, PT Danareksa, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menandatangani Nota Kesepahaman pembentukan Telecommunication and Media Institute (TMI) belum lama ini.

Upaya itu sekaligus untuk mendukung penyediaan bagi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri kreatif di Indonesia yang diproyeksikan akan naik melampaui 8 persen pada 2035. Meski jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia cukup besar jika dibandingkan negara-negara lain.

Sebagai pembanding, tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 14 persen dari seluruh penduduk usia produktif, sementara di keseluruhan Asia Pasifik hanya 43 persen, Eropa 26 persen, Amerika Utara 16 persen, Amerika Latin 7 persen, Afrika, dan Timur Tengah sebesar 8 persen.

Kolaborasi Perum PFN dengan PT Telkom Indonesia, Dana Reksa, dan PPA diharapkan akan memungkinkan pemanfaatan teknologi digital untuk percepatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan industri film dan konten nasional. Dengan begitu industri kreatif Indonesia semakin berdaya saing untuk berkompetisi dan mampu mempenetrasi pasar internasional.

Sinergi 4 BUMN menghasilkan kolaborasi antara Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) milik PT Telkom Indonesia dengan PFN Creative Academy (PCA) milik Perum Produksi Film Negara, dan learning serta research centers milik PT Danareksa dan PT PPA.

Sinergi ini diproyeksikan akan membentuk Information Technology Business to Business Solution Schools & Labs, antara lain Content Creation School & Lab, Business Restructuring School & Lab, Stock Market School & Lab, Digital School & Lab, dan Communication School & Lab.

Langkah membentuk Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) dilakukan seiring dengan perkembangan telekomunikasi dan media di era bisnis digital saat ini. PT Telkom Indonesia berkembang dari sebuah perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

Di sisi lain, Perum Produksi Film Negara telah bertransformasi dari usaha rumah produksi menjadi perusahaan pendukung pembiayaan produksi film dan konten bagi pasar domestik dan internasional, sebagai jawaban atas dikeluarkannya industri film dari daftar negatif investasi Indonesia.

PFN Creative Academy (PCA) fokus pada sertifikasi nasional dan internasional, serta membina UKM lokal agar mampu mengoperasikan usahanya dengan standar internasional, agar mampu menjangkau peluang yang terbentuk oleh geliat luar biasa industri film dan konten nasional maupun internasional.

Dengan sinergi, kolaborasi, inovasi maka BUMN akan mampu menjadi yang terdepan dalam menjawab kebutuhan publik dan pasar pada umumnya. Untuk mencapai hal tersebut BUMN perlu menghadirkan segera pusat pembelajaran dan riset.