Rahasia Sehat Berpuasa

Rahasia Sehat Berpuasa
Ilustrasi foto/net

MONDAYREVIEW- Ramadhan menjadi bulan istimewa bagi umat Islam. Begitu banyak keberkahan yang bisa didapat, salah satunya bermanfaatnya untuk kesehatan, Pencernaan adalah pusat penyakit. Untuk menghindari penyakit, obatnya adalah berpuasa. Karena itu, perut harus diistirahatkan dari makanan.

Orang yang berpuasa, usus dalam perutnya dalam keadaan kosong dari zat makanan. Karena itu, darah terpaksa menghisap zat-zat basah dalam usus dan perut sebagai gantinya. Akibatnya, perut menjadi kering dan lendir yang berada dalam dinding usus menjad hancur. Karena, lendir  dan kerak sisa makanan inilah yang banyak menimbulkan berbagai macam penyakit.

Puasa Ramadhan merupakan suatu keadaan yang secara medis dikenal sebagai Prolonged Intermittent Fasting. Artinya, puasa adalah pengaturan makan dimana biasanya kita makan 3 kali menjadi 2 kali dengan jarak antara 2 makan sekitar 14 jam yaitu tidak menkonsumsi makan dan minum mulai dari sahur sampai dengan berbuka. Dengan demikian asupan kalori dan lemak berkurang.

Kolesterol total, trigliserida akan menurun. Begitu pula kolesterol jahat (LDL) akan menurun. Kadar asam urat juga menurun. Orang yang menderita gula darah tinggi, gula darahnya akan terkontrol. Sebaliknya, kadar HDL (kolesterol baik) akan meningkat, sehingga bisa mencegah penyakit kardiovaskuler. Kondisi ini tak mungkin tercapai jika pola makan orang yang berpuasa tak berubah, apalagi mengkonsumsi makanan secara berlebihan.

Selama melaksanakan puasa tubuh mengalami proses metabolisme  atau makanan didaur ulang dalam sistem pencernaan sekitar 8 jam, dengan  perincian 4 jam makanan disiapkan dengan keasaman tertentu dengan bantuan asam lambung. Untuk selanjutnya dikirim ke usus, 4 jam kemudian makanan diubah wujudnya menjadi sari-sari makanan di usus kecil kemudian diserap oleh pembuluh darah dan dikirim ke seluruh tubuh. Waktu sisa 6 jam merupakan waktu yang ideal bagi sistem percernaan untuk istirahat.

Puasa juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Berbagai jenis penyakit jantung dan pembuluh darah yang telah menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.  Umumnya disebabkan hiperlipidemia (kelebihan lemak darah), hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol darah) yang bersifat kronis, serta lama-kelamaan akan membentuk deposit di dalam dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi kaku, bahkan tersumbat.

Orang yang menderita penyakit kardiovaskuler, tidak ada penanggulangan yang lebih baik selain mencegahnya. Salah satunya, dengan berpuasa. Puasa dapat menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1 serta penurunan LDL, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Keadaan psikologis yang tenang dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin.  Karena, saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Ini jelas membahayakan, karena akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung.

Karena itu, berpuasa bisa memperbaiki fungsi hormon dalam proses fisiologis dan biokimia tubuh. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

Penghentian konsumsi air selama puasa pun sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air.  Kondisi ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Efeknya, bisa memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin hingga memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

Berpuasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. Inilah salah satu rahasia hidup jangka panjang.

Masih banyak manfaat puasa bagi kesehatan yang sudah dibuktikan dalam berbagai riset. Inilah salah satu bukti kasih sayang Allah Ta’ala bagi para hambanya yang beriman.