Saling Klaim Keberhasilan Ekonomi AS

Saling Klaim Keberhasilan Ekonomi AS
(c) gemstatepatriot

 

MONDAYREVIEW - Menguatnya ekonomi AS menunjukkan bahwa Trump mampu membuktikan janji politiknya di sektor ekonomi. Pertumbuhan GDP yang meningkat 4,2 persen. Tingkat pengangguran pun turun ke level 3,9 persen. Kebijakan pemotongan pajak oleh pemerintah AS berhasil menggairahkan ekonomi mereka. Ekonomi mereka menguat di tengah isu perang dagang dengan Tiongkok.

Trump mungkin penuh kontroversi dalam banyak kebijakan politik. Namun, ia mampu membuat ekonomi AS meroket. Hal itu menjadi berkah bagi negara dan rakyatnya. Sekaligus menjadikan negara-negara mitra dagangnya pontang-panting. Tak terkecuali Indonesia. Mata uang AS menguat. Lantai bursa di AS dipenuhi kegairahan para investor.

Analis pada situs The Independent mengungkap beberapa hal yang harus dicermati. Pertama, pasar pekerjaan. Jika AS mampu menciptakan lebih banyak pekerjaan, dan jika pengangguran (3,9 persen, sudah berada di titik terendah selama 18 tahun) terus turun, maka itu harus digolongkan sebagai kisah sukses.

Sebenarnya ada teka-teki di sini. Pengangguran sudah di bawah apa yang menurut kebanyakan orang adalah tingkat berkelanjutan. Jika turun 0,2 persen lagi, itu akan lebih rendah dari kapan saja sejak akhir 1960-an. Itu adalah pencapaian luar biasa, meskipun tentu saja itu adalah tren yang mendahului presidensi Trump.

Upah per jam naik 2,9 persen, ini merupakan yang tertinggi sejak pertengahan 2009. Upah mingguan naik 3,2 persen. Jika boom terus berlanjut sepanjang sisa tahun ini, maka tekanan pada Fed untuk menaikkan suku bunga akan menjadi lebih besar.

Apa yang terjadi pada pasar perumahan AS? Tentu saja, dalam ekonomi yang sangat luas, ada banyak pasar perumahan. Beberapa mengalami booming. Beberapa masih memulihkan luka mereka dari krisis properti tahun 2008. Kondisi pasar pada bulan November 2018 akan menjadi batu ujian bagi AS. Mungkin mereka akan terus menguat. Mungkin juga mereka akan mengalami hal yang sebaliknya.

Sementara itu NBC memaparkan perang klaim keberhasilan ekonomi AS antara Obama dan Trump. Masing-masing mengklaim dirinya yang paling berjasa untuk pertumbuhan yang stabil dan penurunan pengangguran

"Ketika Anda mendengar bagaimana hebatnya ekonomi saat ini, mari kita ingat kapan pemulihan ini dimulai," kata Obama dalam pidato yang menandai peluncuran pertamanya ke dalam pemilihan mendatang. "Maksud saya, saya senang itu berlanjut, tetapi ketika Anda mendengar tentang keajaiban ekonomi ini yang telah terjadi, ketika angka-angka pekerjaan keluar, angka pekerjaan bulanan, tiba-tiba Partai Republik mengatakan itu adalah keajaiban. Saya harus mengingatkan mereka, sebenarnya, jumlah pekerjaan itu sama dengan tahun 2015 dan 2016. ", ujar Obama.

Trump pun membalas. "Jika Demokrat masuk dengan agenda mereka pada bulan November hampir dua tahun yang lalu, alih-alih peningkatan 4,2 persen, sejujurnya saya yakin PDB kita justru akan turun  4,2 persen," kata Trump Jumat malam, berbicara tentang pertumbuhan PDB.

Mengklaim keberhasilan memang watak politisi.