Sampaikan Bela Sungkawa, JK: Pemerintah Janji Segera Rehabilitasi Korban Gempa Lombok

Sampaikan Bela Sungkawa, JK: Pemerintah Janji Segera Rehabilitasi Korban Gempa Lombok
Korban gempa lombok/foto: BNPB

MONDAYREVIEW - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Jusuf Kalla mengaku, telah komunikasikan soal Gempa Bumi di Lombok dengan Gubernur NTB M Zainul Majid (TGB). Jusuf Kalla menyampaikan bela sungkawa mendalam atas kejadian yang menimpa masyarakat NTB. 

"Kita semua mengucapkan bela sungkawan, simpati kepada korban bencana alam gempa di NTB, khususnya di Lombok Utara, semoga arwahnya diterima Allah SWT," kata JK usai Rapat Pleno ke-29 Dewan Pertimbangan MUI, di Kantor MUI, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Pemerintah berjanji akan memberikan bantuan dan merehabilitasi semuanya, dengan menurunkan BNPB dan TNI beberapa pekan ke depan. 

"Kemudian pemerintah berjanji untuk segera merehabilitasi semua itu, tetapi terlebih dahulu ada tanggap darurat pertama mungkin dua tiga minggu untuk kita semua BNPB itu juga TNI," ujar JK.

Ketua Umum PMI ini telah memerintahkan jajarannya di NTB mendirikan pos kesehatan PMI, untuk menolong korban gemba dan memberikan pertolongan. JK juga mengaku telah berbicara dengan TGB, permintaan masyarakat terkait air bersih. 

"PMI juga aktif di sana, banyak sekali menolong orang evakuasi, mendirikan pos pos kesehatan PMI dan juga kita kirim. Saya berbicara dengan pak gubernur tadi siang, kebutuhan dasarnya antara lain air, jadi kita kirim tangki air ke sana," ujarnya.

Pertolongan untuk korban tersebut, lanjut JK, PMI akan mengirim sejumlah paket bantuan sehingga korban dan warga yang masih mengalami shok mendapatkan bantuan secukupnya.

"Ya mengirim paket-paket, kita kirim paket-paket pertolongan ke sana," terangnya.

JK dalam waktu dekat akan mengunjungi pulau yang dikenal dengan nama pulau seribu mesjid. Namun presiden Jokowi terlebih dahulu yang berangkat, sementara JK akan berangkat saat dilakukan rehabilitasi. 

JK menerangkan berdasarkan pembicaraan dengan TGB, sejumlah bangunan di sana rusak parah bahkan kerusakan material bangunan mencapai sekitar 70 persen rusak parah di Lombok Utara. 

"Tentu presiden dulu yang biasanya kesana (Lombok). Nanti insya allah (JK berangkat) pada saat rehabilitasi. Yang paling penting saat ini, tanggap darurat habis itu rehabilitasi kemudian rekonstruksi. Kerena menurut gubernur tadi pagi, di sekitar Lombok Utara itu 70 persen bangunan rusak," imbuhnya