Seluruh Lembaga Pemerintah Komitmen Untuk Bersinergi Jaga Sektor Keuangan

Seluruh Lembaga Pemerintah Komitmen Untuk Bersinergi Jaga Sektor Keuangan
Foto: faisal Maarif

MONDAYREVIEW - Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Leonard Marbun mengatakan bahwa seluruh lembaga pemerintah berkomitmen untuk bersinergi menjaga sektor keuangan agar tetap kuat. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi gejolak ekonomi yang saat ini sedang melanda dunia.

"Kementerian Keuangan bersinergi dengan OJK, BI, dan Kemenko Perekonomian untuk mengendalikan, menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. Tujuannya agar ekonomi Indonesia bisa bertumbuh dan pertumbuhan ekonomi menguat," kata Robert, dalam sebuah diskusi, di ruang Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Senin (10/9).

Robert mengungkap bahwa pergerakan mata uang rupiah sebenarnya masih terbilang cukup landai, berbeda dengan negara-negara saat ini yang sedang menghadapi masalah ekonomi seperti Turki dan Argentina, perbandingannya cukup jauh.

“Inflasi juga masih di bawah, suku bunga juga landai. Jika landai artinya masih dipercaya investor. Tingkat suku bunga yang diberikan juga turun, bukan naik. Jika dilihat kepercayaan konsumen Indonesia sangat tinggi. Jadi kami berbicara data, ini data yang terpublikasi luas. Sehingga orang luar juga percaya pada kita,” terangnya.

"Lalu ekspor Indonesia itu masih primer. Pertumbuhan ekonomi kita juga masih tinggi, kontribusi pertumbuhan kita  artinya masih bagus. Pertumbuhan ekonomi sektor penyumbang terbesar adalah sektor primer yaitu pertanian. Lalu juga dari logistik e-commerce (perdagangan online) ecommerce.  Berikutnya dari pertumbuhan tadi, kalau pengeluaran ekspor bertumbuh 7,7%," papar Robert.

Selain itu, Robert mengatakan, bahwa jika dilihat semua negara saat ini mayoritas tumbuh, dan kuenya diperebutkan semua negara. Ia mencontohkan Ekonomi Tiongkok dan India sedang tumbuh, yang berarti sebaran ekonomi dunia sedang bertumbuh pula. 

"Semua negara masih positif, di tahun 2019 juga masih postif, semua negara juga masih positif. Berarti kita masih akan tetap panjang nafasnya perekoomiannya. Bagaimana kita mengeluarkan porsi yang respontif dan antisipatif,” ungkapnya.