Soal Perang Tarif : Trump Mengacam, Liu He Datang

Soal Perang Tarif : Trump Mengacam, Liu He Datang

MONDAYREVIEW.COM - Dua kekuatan ekonomi utama dunia pada hari Kamis (9/5/2019) ini dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan penuh setelah gencatan senjata di antara mereka hampir runtuh. Siakap yang tak bersahabat dan saling menginci masih mewarnai selama beberapa bulan terakhir.

Setelah AS mengambil posisi ‘menyerang’ terlihat Cina mulai melunak. Alih-alih menyegel kesepakatan minggu ini - karena para pejabat di kedua negara sebelumnya mengisyaratkan itu mungkin - utusan perdagangan China Liu He malah kembali ke meja perundingan hanya beberapa jam sebelum Washington akan menaikkan tarif ratusan miliar dolar.

Sikap saling menunggu dan mengantisipasi nampaknya terus akan terjadi. Kedua pihak tak ingin dirugikan. Presiden Donald Trump mencuit pada hari Rabu bahwa Liu masih ingin "membuat kesepakatan" tetapi pada malam hari Cina berjanji untuk membalas dengan mengambil "tindakan pencegahan yang diperlukan" jika Trump bertahan lebih dari dua kali lipat tarif pada hari Jumat.

Upaya kedua belah fihak untuk saling membalas telah mengguncang pasar saham global minggu ini, memicu kekhawatiran di antara eksportir, pasar dan industri. Padahal pasar  telah dibuai optimisme dalam beberapa bulan terakhir karena kedua pihak terus mengumumkan kemajuan dalam upaya mereka untuk mengakhiri perang perdagangan yang dimulai Trump tahun lalu.

Para pejabat Amerika pekan ini menuduh rekan-rekan mereka dari China mundur dari isu utama perjanjian yang telah mereka upayakan sejak awal tahun yang bertujuan untuk menyelesaikan keluhan Washington tentang pencurian industri, intervensi negara besar-besaran di pasar dan defisit perdagangan yang menguap.

Perang Dagang ini belum juga menunjukkan arah penyelesaian. Sejak tahun lalu, kedua belah pihak telah bertukar tarif lebih dari $ 360 miliar dalam perdagangan dua arah, mengeluarkan ekspor pertanian AS ke China dan membebani sektor manufaktur kedua negara.

Tarif bea masuk pada serangkaian besar peralatan listrik, mesin, suku cadang dan furnitur buatan China akan melonjak hingga 25 persen pada tengah malam Kamis (0400 GMT Jumat). Ini merupakan lompatan yang menyakitkan setalah 10 persen pertama yang dikenakan tahun lalu.