Urgensi Vaksin Covid-19 Sebagai Barang Publik

Urgensi Vaksin Covid-19 Sebagai Barang Publik
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman selaku Sherpa G20 Indonesia saat menghadiri pertemuan virtual Sherpa G20 ke-3 beberapa waktu lalu. ANTARA

MONDAYREVIEW.COM – Vaksin merupakan salah satu harapan bagi berakhirnya pandemic covid-19. Negara-negara dunia dan WHO berlomba-lomba guna mewujudkan vaksin bagi covid-19. Presiden Joko Widodo menargetkan akhir tahun ini vaksin sudah bisa diproduksi secara massal. Sebuah target yang cukup optimis dan perlu kerja keras untuk mencapainya. Vaksin menjadi hal yang dibahas oleh negara-negara dunia pada hari ini.

Indonesia dalam pertemuan G20 menekankan pentingnya vaksin COVID-19 agar menjadi global public goods yang dapat diakses secara universal, serta mendukung pengembangan vaksin yang berkualitas, aman, dan efektif. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman. Rizal selaku Sherpa G20 Indonesia saat menghadiri pertemuan virtual Sherpa G20 ke-3 beberapa waktu lalu mengatakan Indonesia sudah menerapkan langkah-langkah kebijakan yang komprehensif dalam menangani dampak pandemi COVID-19 secara nasional.

Langkah kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat, melindungi kelompok paling rentan yang terkena dampak, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta memulihkan perekonomian nasional. Dalam kesempatan tersebut, para Sherpa G20 sepakat untuk berkolaborasi dan bekerja sama guna mengatasi dampak pandemi COVID-19, pemulihan pertumbuhan perekonomian, serta penciptaan lapangan kerja dan membentuk masa depan yang resilience terhadap krisis.

Selain itu, G20 juga sepakat untuk terus mendorong kerja sama dalam pengembangan vaksin dan obat-obatan yang mudah diakses dan terjangkau guna mempercepat pemulihan krisis global serta memberikan proteksi dan dukungan terhadap kelompok yang paling rentan. Dalam penyiapan pernyataan bagi pemimpin negara (Leaders Declaration), Indonesia memberikan masukan agar vaksin COVID-19 dapat menjadi barang universal, mendorong fokus pencapaian SDGs di tengah pandemi, mendukung mekanisme pendanaan inovatif seperti blended finance dan menyampaikan pentingnya ekonomi kreatif untuk pemulihan perekonomian

Indonesia juga mendorong pendidikan yang merata termasuk bagi anak berkebutuhan khusus, mendukung pendekatan Circular Carbon Emmission (CCE) sebagai tools manajemen emisi dengan menyesuaikan prioritas nasional, serta mendukung investasi pertanian dan sistem pangan guna memastikan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan. Forum virtual G20 Sherpa membahas perkembangan isu keuangan dan penanganan COVID-19, serta memberikan masukan bagi pernyataan bagi pemimpin negara yang akan menjadi outcome document pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 21-22 November 2020.

Pertemuan yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan utama G20 ini dipimpin Sherpa Arab Saudi selaku Presidensi G20 pada 2020 dan dihadiri seluruh Sherpa negara G20, serta perwakilan dari Organisasi Internasional dan perwakilan engagement group G20. Apa yang disampaikan Indonesia dalam forum G20 perlu didukung oleh negara-negara dunia. Vaksin merupakan kebutuhan dunia yang harus diberikan kepada yang membutuhkan tanpa dimaksudkan untuk mencari keuntungan. Saat ini vaksin harus menjadi barang publik yang bisa diakses secara publik dengan terjangkau. Vaksin tidak boleh diproduksi untuk dijual dengan tujuan profit oriented semata. Adapun biaya produksi harus ditanggung oleh negara dengan dana yang telah dianggarkan.