Varian Baru Virus dan Pembatasan Penerbangan Garuda

Varian Baru Virus dan Pembatasan Penerbangan Garuda
Garuda Indonesia/ net

MONDAYREVIEW.COM – Varian baru Virus Corona yang lebih mudah menular telah merebak ke berbagai negara. Dimulai dari Inggris ada belasan negara yang telah menyatakan keberadaan varian barus tersebut. Singapura mengonfirmasi bahwa mutasi virus corona seperti virus dengan jenis yang sama yang menyebar di Inggris. Melansir dari Times of India, National Health Service (NHS) pun menyoroti gejala Covid-19 yang kerap dialami pasien saat terinfeksi virus corona jenis baru ini.

Selain gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indra penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang dikaitkan dengan varian baru corona. Gejala tambahan itu antara lain kelelahan, kehilangan selera makan, sakit kepala, diare, kebingungan, nyeri otot, ruam kulit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak anggotanya di Eropa untuk meningkatkan upaya melawan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar di Inggris. Di luar Inggris, varian baru virus corona ditemukan pada 9 kasus di Denmark, serta masing-masing 1 kasus di Belanda dan Australia.

Di seluruh Eropa, di mana penularannya intens dan meluas, negara-negara perlu menggandakan pendekatan pengendalian dan pencegahan mereka. Demikian menurut juru bicara WHO, 20 Desember 2020.

Anggota WHO di seluruh dunia diminta merunut virus SARS-CoV-2 dan berbagi data urutan internasional, khususnya bagi negara yang melaporkan adanya mutasi virus yang sama. WHO mencatat, strain baru dari virus corona ini kemungkinan dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang dan memengaruhi tes diagnostik.

Informasi awal bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik menurut WHO.

Terkait dengan hal itu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan akan terus memantau perkembangan negara-negara yang menjadi tujuan penerbangan maskapai nasional itu terkait eskalasi penyebaran kasus COVID-19.

Untuk internasional, kita tentu harus selalu waspada mengamati perkembangan yang ada di masing-masing negara yang saat ini jadi tujuan penerbangan Garuda.  Kendati mengaku akan mengkaji frekuensi dan rute baru pada tahun depan, Garuda tidak menjelaskan rute mana yang kemungkinan akan dihapus atau diubah.

Ada pun untuk penerbangan domestik, Pihak Garuda akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian BUMN.

Garuda memastikan maskapai atau penerbangan menggunakan Garuda Indonesia tidak memperbesar jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Kita juga selalu ikut dan selalu akan patuh terhadap kesepakatan yang dibuat secara bersama-sama di dalam kaitan dengan penerbangan.

Garuda memastikan mendukung penuh upaya pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan dalam penerbangan. Oleh karena itu, Garuda Indonesia menyikapi positif soal perubahan dokumen perjalanan yang dibutuhkan untuk bisa melakukan perjalanan udara karena keselamatan dan kesehatan penumpang merupakan prioritas utama.

Perubahan syarat dokumen perjalanan dilakukan pemerintah untuk menekan peningkatan kasus COVID-19 terutama di masa libur akhir tahun.

Kami mendukung penuh, kami juga informasikan penumpang, kami beri pemahaman dan pengertian, kita minta penumpang sama-sama taat bukan hanya untuk mereka tapi juga buat kita semua. Mohon jangan lihat ini sebagai aturan (syarat dokumen perjalanan) yang hambat perjalanan tapi untuk memastikan semua dalam protokol kesehatan terbaik.