Connect with us

Hi, what are you looking for?

Perspektif

Menunda Kangen Dengan Mudik Virtual

Langkah larangan mudik mau tak mau menghambat berputarnya roda perekonomian. Karena pergerakan manusia sangat berpengaruh pada perputaran roda perekonomian terutama di kalangan menengah ke bawah.

PEMERINTAH secara resmi telah melarang mudik. Kekhawatiran akan terjadinya penularan Covid-19 membuat langkah pelarangan ini diambil. Pemerintah memang berhadapan dengan situasi yang tidak mudah. Langkah larangan mudik mau tak mau menghambat berputarnya roda perekonomian. Karena pergerakan manusia sangat berpengaruh pada perputaran roda perekonomian terutama di kalangan menengah ke bawah. Pada gilirannya seluruh denyut nadi ekonomi juga akan terpengaruh.

Namun demikian pandemi memang mengharuskan kita secara sukarela maupun terpaksa untuk mengurangi bahkan menghentikan aktivitas ekonomi. Ketika kasus meningkat dan tak terkendali maka fasilitas kesehatan akan kolaps. Tak ada pilihan lain, pembatasan bahkan lockdown harus dilakukan. Pendapatan dan laba usaha menjadi urusan kesekian. Yang paling pahit bahkan usaha bisa gulung tikar dan para pekerja terkena PHK atau setidaknya dirumahkan sementara.  

Kondisi hari ini membuat kita harap-harap cemas. Kasus baru per-30 April 2021 masih berada di angka 5.500 kasus dengan tingkat kematian rerata 7 hari mencapai 168 jiwa per-hari cukup mencemaskan. Apalagi jika diasumsikan tracing dan testing cenderung mengendor. Bukan tidak mungkin jumlah kasusnya lebih tinggi daripada angka tersebut. Jika terjadi peningkatan penularan karena mobilitas manusia yang tinggi tentu akan sangat mencemaskan.

Kita tak mau seperti India. Kini kasus di India mencapai 18,8 jt  dengan angka pertambahan harian rerata 7 hari terakhir mendekati 400.000 kasus dan total jumlah korban meninggal dunia mencapai 208.000 jiwa. Fasilitas kesehatan di India telah lumpuh diterjang tsunami Covid-19. Padahal dua bulan lalu India sudah berada dalam fase yang relatif baik dengan jumlah penularan yang relatif kecil dibandingkan jumlah penduduknya yang tak kurang dari 1,3 Milyar jiwa.

India di awal pandemi sangat keras menerapkan lockdown. India juga salah satu pusat industri farmasi terbesar di dunia. Obat dan vaksin diproduksi di negara ini. Namun kelengahan dalam menghadapi pandemi berakibat fatal. Kampanye politik jalan terus. Khalayak juga tumpah ruah tanpa protokol kesehatan saat upacara keagamaan yang bersifat massal.  

Jika di India ada upacara keagamaan yang melibatkan banyak orang maka di Indonesia ancamannya adalah tradisi mudik. Pembatasan ibadah memang relatif telah dijalankan di tempat-tempat ibadah. Namun momentum idul fitri adalah momentum salat jamaah di tanah lapang dan silaturahmi dengan tetangga dan handai taulan. Tak jarang dirangkai dengan pertemuan halal bi halal keluarga besar. Sangat sulit menjaga protokol kesehatan.   

Mudik Lebaran dari sisi kultural memang memiliki makna yang dalam bagi kaum muslimin di Indonesia. Momentum tahunan untuk bertemu dengan keluarga besar menjadi agenda utama. Tradisi mudik dan halal bi halal sangat melekat pada kultur muslim Indonesia. Tak sekedar tradisi, mudik menjadi agenda paling penting bagi mereka yang telah merantau dan membutuhkan ruang untuk kembali pada akar budayanya. Lebih daripada itu saat Lebaran dan beberapa hari sesudahnya kota besar memang cenderung sepi bak kota mati. Sementara kampung-kampung dan kota kecil di daerah tampak meriah dan semarak.  

Meski kini fenomena mudik di Indonesia juga terjadi saat Natal dan Tahun Baru. Pergerakan pemudik saat akhir tahun terbukti berimplikasi pada kenaikan jumlah kasus penularan Covid yang sangat signifikan. Di saat Natal kaum Nasrani juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan keluarga besarnya. Tentu bagi mereka yang masih memiliki orang tua dan sanak saudara di kampung halaman.    

Mudik dan geliat ekonomi

Secara ekonomi mudik adalah putaran uang yang sangat besar. Terutama di sektor transportasi dan pariwisata. Bank Indonesia bahkan menyiapkan uang kartal sebanyak Rp154,14 T untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran. Roda ekonomi yang menggeliat dan realisasi bantuan sosial mendorong permintaan uang kartal yang tinggi meski cenderung lebih rendah dibandingkan posisi sebelum pandemi.

Apabila tak ada larangan mudik, maka 33 persen orang masih mudik artinya ada 81 juta orang mudik, tapi kalau ada larangan mudik, yang mudik ada 11 persen dengan angka 27 juta. Demikian menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Berdasarkan identifikasi, tujuan mudik paling banyak yang dari Jabodetabek adalah ke Jawa Tengah dengan presentase 37% dengan jumlah kurang lebih 12 juta orang. Sedangkan Jawa Barat dengan 23% dengan perkiraan 6 juta orang.

Menurut Menhub di bulan Januari setelah mudik natal itu terjadi suatu kenaikan terpapar tinggi, bahkan terdapat kematian nakes yang lebih dari 100 orang, yang kedua memang dilihat bahwa terjadi lonjakan yang drastis pada bulan Januari dan Februari yang kita alami, yang berikutnya kalau dilihat dari tanggal ke tanggal memang mengalami kenaikan.

Tentu kita berharap mudik kali ini lebih dimaknai sebagai upaya menyambung silaturahmi. Ketika fasilitas piranti digital sudah memungkinkan tak ada salahnya menahan diri demi kebaikan bersama dengan memindahkan sungkem pada orang tua cukup melalui mudik virtual. Buat yang terpaksa mudik atau pulang kampung berusahalah sekuat mungkin mematuhi protokol kesehatan. Demi kita semua, tanpa kecuali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...