Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosok

Budiman Sudjatmiko Dulu Dan Kini

Politik memang dinamis. Siapa sangka Tokoh Muda yang pernah menjadi incaran Orba itu berada di barisan yang sama dengan Tokoh yang pernah menjadi komandan militer yang memburu para aktivis di penghujung kekuasaan Soeharto.

“Ini akhir salah satu episode dalam hidup saya, “ ujar Budiman Sudjatmiko setelah resmi dipecat PDIP pada 24 Agustus 2023. Episode yang cukup panjang mengingat sejak 2004 ia resmi bergabung dengan Partai berlambang banteng gemuk ini. Hampir dua dekade ia timbul tenggelam bersama kaum Marhaenis di partai itu. Menjadi bagian kala PDIP menjadi oposisi juga kala Partai itu menjadi partai penguasa.

Politisi ini diputus melanggar garis partai terkait dukungannya ke Calon Presiden Prabowo Subianto. Ia belum lama ini mendeklarasikan Relawan Prabu (Prabowo Budiman) di Semarang. Wajar bila Megawati harus bersikap tegas demi soliditas partai dalam memenangkan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024. Dan Budiman pasti sudah memperhitungkan konsekuensi dari langkah politiknya.  

Politik memang dinamis. Siapa sangka Tokoh Muda yang pernah menjadi incaran Orba itu berada di barisan yang sama dengan Tokoh yang pernah menjadi komandan militer yang memburu para aktivis di penghujung kekuasaan Soeharto. Prabowo yang notabene menantu The Smiling General Soeharto dianggap bertanggung jawab atas penculikan sejumlah aktivis pro demokrasi.

Banyak pemilih milenial yang belum lahir tatkala Budiman mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan lantang menentang Mertua Prabowo. Saat itu PRD diberi stempel sebagai komunis gaya baru dan diberangus. Budiman pun merapat ke Megawati yang juga menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan Orde Baru.

Ia menjadi salah satu tokoh kunci di balik Tragedi Kudeta 27 Juli 1996 yang ditandai dengan peristiwa pengambilalihan kantor DPP PDI dari Kubu Megawati oleh Kubu yang didukung Pemerintahan Orde Baru. Ia ditangkap dan diadili. Budiman dipidana 13 tahun penjara dengan tuduhan sebagai aktor intelektual peristiwa yang dikenal sebagai Kudatuli itu. Tetapi nasib segera berubah karena Orba tumbang pada 1998 dan Budiman beroleh amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999. Ia bebas.

Sejumlah mantan aktivis 1998 aktif di berbagai partai politik. Sebut saja mendiang Desmon J Mahesa yang pernah aktif di Partai Gerindra, Faisol Reza yang aktif di PKB, Andi Arief di Partai Demokrat, Adian Napitupulu dan Ahmad Basarah di PDIP, dan Agus Jabo di Partai Prima. Meski begiru langkah Budiman tetap mengejutkan. Terutama bagi generasi sembilan puluhan yang mengingat sepak terjangnya melawan tembok kekuasaan Orba.

Budiman tentu punya sejumlah alasan. Ia tetap konsisten menyuarakan aspirasi yang ia titipkan kepada Prabowo untuk pembangunan desa. Dalam soal ini Budiman konsisten berjuang selama dua periode jabatannya sebagai anggota DPR RI.

Selepas tak terpilih lagi duduk di kursi Senayan langkah Budiman memang tersendat. Proyek Bukit Algoritma yang diamanhkan kepadanya tak kunjung terwujud. Posisi Menteri Desa juga tak jatuh di tangannya. Kini ia pun mengambil langkah politik yang berseberangan dengan PDIP. Menang atau kalah Budiman tetap akan menjadi salah satu ikon politik Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...