Connect with us

Hi, what are you looking for?

Uncategorized

Polusi, Rencana Penghapusan Pertalite, dan Fluktuasi Harga Minyak Dunia 

PT Pertamina (Persero) berencana meningkatkan oktan dari BBM Pertalite RON 90 menjadi BBM Pertamax Green 92 dengan campuran etanol 7%. Keputusan ini masih dalam tahap kajian dan belum dijelaskan secara detail. Tujuannya adalah untuk mengurangi emisi dengan menghasilkan BBM dengan oktan yang lebih tinggi. 

Saat ini, etanol sudah bisa diproduksi di dalam negeri, meskipun pasokannya masih terbatas. Pertamina juga telah mencampurkan bioetanol ke Pertamax RON 92, menciptakan Pertamax Green 95 RON 95 dengan memperoleh bioetanol dari anak usaha PTPN.

PT Pertamina (Persero) berencana meningkatkan oktan dari BBM Pertalite RON 90 menjadi BBM Pertamax Green 92 dengan campuran etanol 7%. Keputusan ini masih dalam tahap kajian dan belum dijelaskan secara detail. Tujuannya adalah untuk mengurangi emisi dengan menghasilkan BBM dengan oktan yang lebih tinggi. 

Rencana ini muncul di tengah harga minyak dunia yang naik-turun. Harga minyak naik sedikit di awal pekan bulan September 2023 ini. OPEC+ akan sedikit membuka kran pasokan minyaknya. Juga beredar rumor tentang kemungkinan Federal Reserve AS bakal menunda aksi naikin suku bunga mereka. Harga minyak dunia dan suku bunga Bank Sentral Negeri Paman Sam memang selalu berbanding terbalik.   

Nah, Arab Saudi jadi penggerak utama dalam usaha bikin harga minyak naik. Mereka dengan sukarela mengurangi produksinya dalam jumlah besar sebagai bagian dari kesepakatan bareng kelompok produsen OPEC+ yang melibatkan Rusia.

Prediksinya, Arab Saudi bakal terus menerus kurangi produksinya sekitar 1 juta barel per hari selama empat bulan berurutan hingga Oktober. Harga jual resminya yang biasanya keluar di minggu pertama tiap bulan. Tapi Saudi sudah berkomitmen sebelum soal pengurangan produksi sebelum penentuan harga. 

Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, bilang Moskow sudah deal dengan kawan-kawannya di OPEC+ tentang berapa banyak minyak yang bakal mereka ekspor di bulan Oktober. 

Meskipun Arab Saudi dan Rusia punya opsi buat berhenti mengurangi produksi sewaktu-waktu, tapi analis OANDA Craig Erlam bilang dia tidak yakin mereka bakal melakukan itu dengan buru-buru, karena ada risiko kalau ini bisa bikin harga minyak turun lagi. 

Harga minyak Brent untuk bulan November naik 45 sen jadi $89,00 per barel. Nah, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Oktober juga ikut naik 40 sen jadi $85,95.

Walaupun diperkirakan pasokan minyak mentah global bakal naik dalam enam hingga delapan minggu ke depan gara-gara perawatan kilang minyak, minyak jenis tertentu tetap bakal langka, kata Russell Hardy, yang jadi bos besar di Vitol, yang dikenal sebagai pedagang minyak paling tajir di dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...