Connect with us

Hi, what are you looking for?

Perspektif

Menelisik Agenda di Balik Kunjungan Presiden Tanzania ke Indonesia

Saat ini, Indonesia dan Tanzania sedang berupaya untuk memperkuat hubungan baik dengan kerja sama konkret di berbagai bidang. Terkait investasi di bidang migas, Pertamina telah memperkuat kerja sama (blok gas) di Mnazi Bay, serta pelatihan pegawai TPDC (Tanzania Petroleum Development Corporation) juga sudah dimulai.

Indonesia dan Tanzania sepakat untuk memulai negosiasi perjanjian perdagangan Preferensial Trade Agreement (PTA) mulai tahun ini. Presiden Joko Widodo dan Presiden Republik Persatuan Tanzania, Samia Suluhu Hassan, membahas kesepakatan tersebut dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor pada (25/01/2024). Selain itu, kedua negara juga tengah menjajaki beberapa investasi di bidang migas yang pembicaraannya masih berlanjut. 

Saat ini, Indonesia dan Tanzania sedang berupaya untuk memperkuat hubungan baik dengan kerja sama konkret di berbagai bidang. Terkait investasi di bidang migas, Pertamina telah memperkuat kerja sama (blok gas) di Mnazi Bay, serta pelatihan pegawai TPDC (Tanzania Petroleum Development Corporation) juga sudah dimulai. 

Tanzania dan Indonesia memiliki hubungan perdagangan yang kuat. Pada tahun 2021, Indonesia dan Tanzania sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, kesehatan, dan pertanian. Indonesia akan membangun preferensial trade agreement dengan Tanzania untuk meningkatkan perdagangan. Selain itu, beberapa perusahaan Indonesia seperti Indesso Aroma, IndoBali Distributor Ltd, Danau Toba Restaurant Distributor Indomie, Distributor Agridyke, dan Diaspora Indonesia memasarkan produk Indonesia di Tanzania.

Tanzania, secara resmi dikenal sebagai Republik Persatuan Tanzania, adalah sebuah negara di Afrika Timur yang memiliki populasi hampir 62 juta jiwa . Produk utama Tanzania meliputi pertanian, pertambangan, dan industri manufaktur. Beberapa produk ekspor utama Tanzania adalah kopi, teh, rempah-rempah, dan tembakau . Selain itu, Tanzania juga dikenal sebagai produsen utama emas di Afrika. Pada tahun 2021, produk domestik bruto (PDB) Tanzania diperkirakan mencapai $71 miliar (nominal), atau $218,5 miliar berdasarkan paritas daya beli (PPP).

Ibukota Tanzania adalah Dodoma. Gunung Kilimanjaro, gunung tertinggi di Afrika, berada di timur laut Tanzania. Tanzania adalah salah satu wilayah tertua yang masih dihuni di Bumi. Jejak sisa-sisa fosil manusia dan hominid berasal dari zaman Kuarter. Ngarai Olduvai, di Kawasan Konservasi Ngorongoro, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, menampilkan koleksi sisa-sisa peralatan yang mendokumentasikan perkembangan dan penggunaan teknologi transisi.

Tanzania adalah negara yang beriklim tropis. Suku Pare merupakan produsen utama besi yang banyak dicari oleh masyarakat yang menduduki daerah pegunungan di timur laut Tanzania . Dengan hubungan perdagangan yang kuat antara Indonesia dan Tanzania, kedua negara dapat saling menguntungkan dalam memperkuat ekonomi masing-masing.

Ini menjadi kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara-negara Afrika. Kunjungan Jokowi saat itu telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika. 

Pada 20-24 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo mengunjungi empat negara Afrika, yaitu Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan. Selain menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-15 di Johannesburg, Afrika Selatan, kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan ekspor produk Indonesia ke Afrika, memperkuat kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral, kesehatan, industri strategis, serta meningkatkan investasi Indonesia di luar negeri.

Walaupun Afrika seringkali diidentifikasi dengan tantangan seperti kemiskinan, kekeringan, konflik, dan penyakit, kawasan ini memiliki potensi sebagai pasar nontradisional yang menjanjikan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Dengan sumber daya alam yang melimpah dan populasi termuda dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Afrika menjadi tujuan yang menarik. Meskipun terdampak oleh pandemi COVID-19, perekonomian negara-negara Afrika tetap menunjukkan pertumbuhan positif.

Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik dengan 54 negara Afrika sejak 1946, dengan titik awal berupa pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Mesir. Meskipun hubungan semakin erat melalui Konferensi Asia Afrika dan peran Indonesia dalam Gerakan Nonblok, kerja sama ekonomi belum mencapai potensinya. Pada tahun 2022, nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara Afrika masih tergolong kecil dibandingkan dengan mitra lainnya seperti Korea, Singapura, dan Jepang.

Keterbatasan jumlah Kantor Perwakilan RI di Afrika, yang baru hadir di 16 dari 54 negara, serta minimnya dukungan Konsulat Jenderal di Cape Town, menjadi salah satu faktor penghambat optimalisasi kerja sama ekonomi. Dalam konteks ini, keberadaan kantor perwakilan RI di Afrika menjadi bagian krusial dari strategi luar negeri Indonesia di kawasan tersebut.

Kunjungan kenegaraan Presiden RI di penghujung masa jabatan ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pembangunan Afrika dan bahwa Afrika menjadi fokus penting dalam kebijakan luar negeri. Keempat negara yang dikunjungi mencerminkan sektor strategis yang ingin dikerjasamakan lebih lanjut oleh Indonesia, dengan hasil positif seperti rencana pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dan Bilateral Investment Treaty (BIT) antara Indonesia dan Kenya, serta langkah-langkah konkret lainnya.

Secara ekonomi, hasil kunjungan ke Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan mencatat sejumlah kesepakatan dan rencana kerja sama yang akan diimplementasikan. Peningkatan hubungan ekonomi ini diharapkan membawa manfaat baik bagi Indonesia maupun negara-negara Afrika yang dikunjungi.

Namun, tantangan tetap ada, termasuk mitigasi keterbatasan pembiayaan ekspor, jaminan kredit, dan skema pembiayaan proyek. Perlu diatasi pula kurangnya representasi diplomatik di Afrika, yang belum sepenuhnya mencerminkan besarnya kepentingan ekonomi Indonesia di kawasan tersebut.

Kunjungan kenegaraan saat itu menjadi langkah awal yang positif untuk memperkuat hubungan dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Evaluasi terus-menerus, tindak lanjut atas kesepakatan, dan penanganan tantangan menjadi kunci kesuksesan dalam mengoptimalkan potensi kerja sama ini. Selain itu, penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum pada Mei 2024 diharapkan menjadi momentum penting untuk menghasilkan langkah-langkah konkrit menuju peningkatan hubungan ekonomi yang lebih substansial.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...