Connect with us

Hi, what are you looking for?

Perspektif

Mengelola Rantai Pasok Pangan Jelang Ramadhan untuk Mengendalikan Inflasi

Digitalisasi ini memungkinkan monitoring yang lebih efektif terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari petani hingga konsumen akhir. Dengan adopsi teknologi digital, informasi mengenai produksi, distribusi, dan harga dapat diakses secara real-time, memungkinkan pemerintah dan stakeholder terkait untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam mengatasi gejolak harga.

Poin-poin penting:

  1. Tingkat Inflasi Pangan Menjelang Ramadhan: Penurunan dari 7,6% menjadi 5,8% pada tahun 2023.
  2. Faktor Penyebab Kenaikan Harga: Permintaan konsumen meningkat, biaya distribusi naik, dan psikologi pasar yang berubah menjelang Ramadhan.
  3. Komoditas dengan Gejolak Harga: Beras, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, bayam, tomat, minyak goreng, dan telur.
  4. Langkah Antisipasi Pemerintah: Pemetaan komoditas, regulasi harga, subsidi petani, operasi pasar, dan pengawasan harga.
  5. Inovasi Bank Indonesia: Digitalisasi rantai pasok pangan untuk monitoring efektif dan pengambilan keputusan yang tepat.

SETIAP tahun, menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat di berbagai negara dengan mayoritas Muslim mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini. Namun, di tengah antusiasme menyambut Ramadhan, tantangan inflasi pangan seringkali menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan konsumen. 

Bukan berarti inflasi jelang Ramadhan tidak bisa diantisipasi. Berbagai kebijan terbukti efektif menahan naiknya harga pangan. Pada tahun 2023 silam, Indonesia berhasil mengurangi tingkat inflasi pangan jelang Ramadhan dari 7,6% menjadi 5,8%, namun masih terdapat tantangan yang perlu diatasi.

Coba kita lihat dulu faktor-faktor penyebabnya. Tingginya permintaan konsumen, kenaikan biaya distribusi, dan psikologi pasar menjelang Ramadhan menjadi faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga pangan. Permintaan konsumen cenderung meningkat secara signifikan menjelang Ramadhan karena persiapan untuk menyambut bulan puasa. Hal ini menyebabkan naiknya harga komoditas pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. 

Selain itu, kenaikan biaya distribusi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan harga pangan, terutama jika terdapat kendala dalam rantai pasok, seperti infrastruktur yang kurang memadai atau kenaikan harga bahan bakar.

Beberapa komoditas pangan mengalami gejolak harga musiman menjelang Ramadhan. Beras, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, bayam, tomat, minyak goreng, dan telur merupakan beberapa contoh komoditas yang harga-harganya cenderung naik menjelang Ramadhan. Kenaikan harga ini dapat menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pemerintah perlu melakukan pemetaan komoditas yang berpotensi mendongkrak inflasi. Dengan memahami dinamika pasar dan kebutuhan konsumen, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis, seperti menstabilkan pasokan melalui impor atau regulasi harga. Selain itu, pemerintah juga dapat memberikan subsidi atau insentif bagi petani untuk meningkatkan produksi komoditas strategis.

Bank Indonesia melakukan inovasi pada tiga program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, salah satunya melalui digitalisasi rantai pasok pangan. 

Digitalisasi ini memungkinkan monitoring yang lebih efektif terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari petani hingga konsumen akhir. Dengan adopsi teknologi digital, informasi mengenai produksi, distribusi, dan harga dapat diakses secara real-time, memungkinkan pemerintah dan stakeholder terkait untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam mengatasi gejolak harga.

Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam mengendalikan kenaikan harga pangan jelang Ramadhan. Bagaimanapun Pemerintah adalah pengendali kebijakan yang dapat mempengaruhi situasi pasar. Peran itu dapat diwujudkan dalam beberapa langkah. 

Pertama, penguatan distribusi dan logistik. Memperlancar distribusi dan meminimalkan hambatan logistik merupakan langkah krusial untuk menekan biaya rantai pasokan. Dengan memastikan kelancaran distribusi, harga pangan dapat tetap stabil di pasaran.

Kedua, peningkatan produksi pangan. Dukungan kepada petani dengan subsidi, bantuan benih, dan teknologi merupakan langkah penting untuk meningkatkan produksi pangan. Dengan produksi yang mencukupi, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus menghadapi kenaikan harga yang signifikan.

Ketiga, operasi pasar. Melakukan operasi pasar murah di berbagai daerah dapat menjadi solusi untuk menjangkau masyarakat miskin dan rentan. Dengan harga terjangkau, semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar.

Keempat, pemanfaatan cadangan pangan. Optimalkan cadangan pangan pemerintah untuk stabilisasi harga. Cadangan pangan dapat menjadi penyangga harga saat terjadi lonjakan permintaan yang tiba-tiba.

Kelima, pengawasan harga. Memperketat pengawasan dan penindakan terhadap spekulan dan penimbunan bahan pangan. Langkah ini penting untuk mencegah praktik tidak sehat yang dapat mengakibatkan kenaikan harga yang tidak wajar.

Mengelola rantai pasok pangan jelang Ramadhan merupakan tantangan yang kompleks namun penting untuk mengendalikan inflasi pangan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi harga pangan, serta adopsi inovasi teknologi dalam rantai pasok, diharapkan pemerintah dapat menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...