Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosok

Islam dan Kebangsaan yang Diamini Ma’ruf 

WAKIL PRESIDEN Ma’ruf Amin punya kebiasaan unik setiap kali menyambangi Istana Merdeka. Begitu mobil dinas wapres masuk ke halaman Istana, seratusan burung merpati yang entah dimana saranganya mengerubunginya.

Melihat burung-burung berdatangan, Ma’ruf Amin pun menghampiri mereka dan melemparkan jagung yang telah dipipil. Setelah beberapa kali memberi makan, Ma’ruf Amin barulah masuk ke istana. Hal serupa ia lakukan kembali, saat hendak meninggalkan istana.

Menurut Wapres, burung merpati itu jinak dan bisa bersahabat dengan manusia. kuncinya, kata Ma’ruf Amin, rutin kita beri makan. “Merpati itu kan memang jinak, yang penting kita beri makan. Jadi dia akrab dengan manusia,” ujar Ma’ruf.

Selain unik dan otentik, kiranya hobi kecil Wapres Ma’ruf Amin ini juga menunjukkan minat dan preperensinya terhadap keakraban, jalan damai, dan moderasi dalam berbangsa dan bernegara. Laman the history press menulis, jika burung merpati telah menjadi simbol kedamaian selama ribuan tahun.

Dalam kesehariannya, Ma’ruf Amin memang seorang tokoh Islam dan politisi Indonesia yang telah memainkan peran penting dalam dinamika politik dan ekonomi negara. Sebagai seorang ulama, pemimpin NU, dan Wakil Presiden Indonesia ke-13, pemikiran dan pandangan Ma’ruf Amin jadi landasan kebijakan publik dan pandangan agama di Indonesia.

Lahir di Tangerang, pada 11 Maret 1943, Ma’ruf Amin tumbuh dalam tradisi pesantren. Selama 6 tahun, Ma’ruf Amin mencurahkan waktunya untuk belajar beragam kitab fiqih dan ilmu-ilmu agama di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Sementara pendidikan strata satunya ia selesaikan di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor. Berbekal ilmu yang ia miliki, Ma’ruf Amin lantas terjun ke dunia dakwah. Ia ditugaskan di Jakarta, sekaligus menjadi guru sekolah di Jakarta Utara tahun 1964 hingga 1970.

Jalan politiknya ia mulai kala terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Utusan Golongan tahun 1971 hingga 1978. Lalu puncaknya, seperti yang ia jalani hari ini, menjadi Wakil dari Presiden Joko Widodo.

Selain soal karir politiknya yang di luar prediksi dan mengejutkan banyak orang, Ma’ruf Amin sejatinya memiliki pemikiran yang unik dan genuine. Terutama soal relasi Islam dan Pancasila. Kata Ma’ruf Amin, Pancasila memiliki keselarasan dengan nilai dan ajaran Islam.

“Pancasila itu menyatukan keberagamanan agama dan budaya. Sementara islam memberikan landasan moral dan spiritual bagi masyarakat,” ujarnya.

Ma’ruf Amin secara konsisten juga mendorong peran aktif Islam dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia. Dia amat percaya bahwa prinsip-prinsip Islam seperti keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan harus diintegrasikan dalam kebijakan publik untuk mengatrol kesejahteraan rakyat.

Last dan yang paling monumental adalah pandangannya soal moderasi Islam. Sebagai seorang ulama dan pejabat teras di PBNU, Ma’ruf mengamini pandangan Islam yang moderat dan inklusif. Dia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antaragama dan menolak ekstrimisme dalam bentuk apa pun.

Meskipun ada anggapan bahwa Ma’ruf Aminkurang tegas terhadap isu-isu kontroversial, namun Ma’ruf menjadi harapan banyak orang. Agar bangsa Indonesia tetap berjalan, nusantara yang utuh dan peradaban yang berkemajuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...