Connect with us

Hi, what are you looking for?

Deep Talk

Cara Ampuh Meningkatkan Kualitas Puasa

BELUM LAMA ini viral unggahan video tik tok soal para nonies yang ikut berburu takjil ramadhan. Tak cuma berburu takjil, belakangan mereka juga ikut-ikutan berlomba mereservasi restoran yang biasa dipakai untuk buka puasa.

Dalam video yang diunggah, memang ditulis dengan keterangan bernada saingan. Namun, tidak dalam konteks negatif. Momen unik ramadhan ini tidak perlu diperdebatkan, sebaliknya mesti jadi momen introspeksi diri. Sejauh mana kualitas puasa kita?

Sekaligus kita pikirulang, kenapa puasa hanya dialamatkan kepada orang-orang yang beriman? yaa ayyuha al-ladzina amanu kutiba alikumusiyam.

Panggilan iman sangat penting karena tidak semua muslim berpuasa, dengan beragam alasan. Artinya keberislaman tanpa dilandasi iman yang kuat boleh jadi tidak membuahkan amal dan perilaku Islami.

Dalam konteks puasa, iman mestinya jadi landasan mental spiritual dan landasan manajerial yang menginspirasi dan memotivasi kita yang berpuasa secara bermakna, bukan cuma puasa secara fisik. Atau puasa orang kebanyaan kata Imam al-Ghazali.

Seiring bertambahnya usia, pelaksanaan puasa, kata Imam Ghazali, mestinya kian meningkat, tidak hanya berupa puasa orang kebanyakan [orang awam]. Tapi perlahan meningkat menjadi puasanya orang khusus [khawash].

Pada puasa tingkatan ini, si pelaku tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara syahwat. Melainkan juga menahan diri dari hawa nafsu dan perbuatan dosa. Orang yang berpuasa di tingkatan ini pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Terdapat juga puasa yang dilakukan oleh orang-orang yang istimewa [khas al-khawash]. Puasa di tingkatan ini adalah puasa pada derajat paling tinggi menurut Imam Ghazali. Kata dia, orang yang berpuasa di tingkatan ini hatinya selalu terpaut kepada Allah Swt. dan tak pernah lalai dari mengingat-Nya.

Puasa mereka tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara syariat dan hawa nafsu. Tapi juga menahan diri dari segala sesuatu yang dapat mengganggu hubungannya dengan Allah Swt.

Imam Ghazali menjelaskan, bahwa puasa tingkatan pertama adalah puasa yang wajib dilakukan oleh semua orang muslim. Sedangkan puasa tingkatan kedua dan ketiga adalah puasa yang sunnah, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Pertanyaannya, bagaimana supaya meningkat jadi puasa golongan spesial dan golongan superspesial? Jawabannya adalah manajemen mutu ramadhan harus diterapkan.

Semua yang terkait dengan ibadah ramadhan dikelola secara terpadu. Manajemen waktu ramadhan dirancang baik dan dijalankan dengan disiplin.

Di dalam al-Qur’an kita sering sekali menemukan tentang pentingnya menjadi muslim yang efektif dalam menggunakan waktu. Baik shalat, puasa, haji, semua hampir terkait dengan manajemen waktu.

Dalam pelaksanaan shalat fardhu misalnya, kita ketahui sampai ditentukan ada lima waktu. Tentu saja ini punya makna yang sangat penting. Tidak hanya soal disiplin, tapi ada rahasia lain yang jika kita pelajari amat dahsyat manfaatnya.

Waktu shubuh misalnya, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang berkesesuaian dengan frekuensi tiroid [kelenjar gondok]. Dalam fisiologi, tiroid memiliki rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara komunikasi.

Mereka yang tertidur pulas di waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur.

Untuk diketahui, saat adzan berkumandang, tenaga alam berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.

Begitu juga waktu zhuhur, ashar, maghrib, dan isya, semua memiliki rahasia yang luar biasa. yang jika dijaga secara rutin akan memaksimalkan potensi yang ada dalam diri manusia.

Meski begitu, manajemen hawa nafsu, manajemen lisan, manajemen hati dan pikiran, manajemen kinerja sosial maupun manajemen mental spiritual juga harus dijalankan dengan baik.

Semua diatur agar kualitas dan mutu puasa maupun ibadah lainnya kian meningkat dari tahun ke tahun. Puncaknya, seperti Allah sebutkan dalam al-Qur’an, manusia akan mencapai derazat muttaqin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...