Connect with us

Hi, what are you looking for?

Uncategorized

AI Tingkatkan Biaya Produksi Gawai Signifikan

Boombing AI membebani rantai pasok global, menyebabkan kelangkaan chip dan komponen vital. Ini menaikkan biaya produksi gawai seperti ponsel & PC hingga 10% dan berpotensi kelangkaan.

Monitorday.com – Biaya produksi perangkat gawai, seperti ponsel pintar, diperkirakan akan meningkat signifikan menyusul booming kecerdasan buatan (AI) yang membebani rantai pasok global. Pergeseran strategis yang dilakukan Nvidia terhadap produknya juga disebut dapat memperburuk kondisi ini.

Pusat data AI, yang saat ini menjadi fokus investasi triliunan dolar oleh raksasa teknologi dunia, membutuhkan pasokan chip dalam jumlah besar dari pemasok seperti Nvidia. Tingginya permintaan ini menciptakan hambatan pasokan dan lonjakan harga pada komponen vital, termasuk memori dan penyimpanan, yang sangat krusial bagi industri elektronik konsumen.

CEO Alibaba, Eddie Wu, menyoroti kondisi ini pekan lalu, mengindikasikan adanya “situasi kekurangan pasokan” di seluruh produsen semikonduktor, chip memori, dan perangkat penyimpanan seperti hard drive. Wu menambahkan bahwa “sisi pasokan akan menjadi hambatan yang relatif besar,” memperkirakan kelangkaan ini bisa berlangsung hingga dua atau tiga tahun.

Peter Hanbury, partner di praktik teknologi Bain & Company, mengonfirmasi, “Kami melihat peningkatan pesat permintaan AI di pusat data mendorong hambatan di banyak area.” Ia menjelaskan bahwa kapasitas hard disk drive (HDD) yang terbatas telah mengalihkan permintaan ke solid-state drive (SSD), komponen kunci untuk elektronik konsumen. Bersamaan dengan itu, harga memori, khususnya Dynamic Random-Access Memory (DRAM), melonjak tajam akibat permintaan tinggi untuk memori bandwidth tinggi (HBM) yang menjadi prioritas pembuat chip.

Analis juga fokus pada perubahan Nvidia yang kini beralih menggunakan memori Low-Power Double Data Rate (LPDDR) terbaru dalam produk-produknya. LPDDR ini juga menjadi komponen utama bagi produsen elektronik kelas atas seperti Samsung dan Apple. MS Hwang, direktur riset Counterpoint Research, memperingatkan, “Kami juga melihat risiko yang lebih besar di masa depan adalah dengan memori canggih karena perubahan Nvidia baru-baru ini ke LPDDR berarti mereka adalah pelanggan sekelas produsen ponsel pintar besar — sebuah perubahan seismik bagi rantai pasokan yang tidak mudah menyerap skala permintaan ini.”

Dampak langsung dari kelangkaan ini adalah kenaikan biaya komponen sebesar 5% hingga 10% untuk perangkat seperti PC dan ponsel pintar, yang diperkirakan akan mulai terasa dalam waktu dekat dan makin cepat hingga tahun depan. Beberapa perusahaan telah merasakan tekanan ini; Xiaomi memprediksi “kenaikan harga ritel produk yang cukup besar,” sementara Jeff Clark, Chief Operating Officer Dell, menyebut kenaikan biaya komponen saat ini “belum pernah terjadi sebelumnya.” Selain kenaikan harga, pasokan yang tidak mencukupi juga berpotensi menyebabkan kelangkaan perangkat gawai populer.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

India, melalui Kebijakan Pendidikan Nasional 2020, tampak lebih progresif dalam memperkenalkan perubahan yang berorientasi pada pengembangan holistik dan berbasis pengalaman.

Sosok

Ririek Adriansyah adalah contoh nyata dari seseorang yang bangkit dari kesulitan untuk mencapai puncak kesuksesan. Dari pemungut puntung rokok hingga memimpin Telkom Indonesia, perjalanan...

Ragam

Jumlah responden 1.200 orang dianggap cukup untuk mewakili berbagai kelompok masyarakat di Indonesia, baik dari segi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lokasi

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...