Monitorday.com- Harga emas dan perak dunia melonjak tajam hingga mencetak rekor tertinggi setelah muncul kabar bahwa Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan terhadap Federal Reserve (The Fed). Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven.
Kenaikan harga tersebut terjadi pada Senin (waktu setempat), ketika emas melonjak mendekati US$4.600 per ons, sementara perak menembus level US$85 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pasar global merespons cepat isu hukum yang menyeret pucuk pimpinan bank sentral paling berpengaruh di dunia itu.
Penyelidikan Kejaksaan AS berkaitan dengan proyek renovasi kantor pusat The Fed di Washington DC senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp39,5 triliun. Proyek tersebut sebelumnya telah disinggung dalam dengar pendapat di Senat AS, mengingat usia gedung yang telah mencapai lebih dari 80 tahun.
Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya memperingatkan bahwa potensi dakwaan pidana terhadap dirinya merupakan bagian dari tekanan politik yang dilakukan Presiden AS Donald Trump. Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump kerap mengkritik Powell karena The Fed dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga acuan.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengaku tidak mengetahui secara detail penyelidikan yang berlangsung. Namun, ia tetap melontarkan kritik tajam dengan menyebut Powell tidak menjalankan kepemimpinan yang baik di The Fed. Situasi ini memperkuat ketidakpastian global dan mendorong investor berbondong-bondong masuk ke emas dan perak sebagai aset lindung nilai.





















