Mondayreview.com– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam penerapan sport science. Teknologi tersebut diharapkan mendukung strategi latihan, peningkatan performa, dan pembinaan atlet nasional.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra, mengatakan prestasi atlet tidak hanya bergantung pada bakat. Sistem pendukung berbasis ilmu pengetahuan juga diperlukan agar atlet mampu bersaing di tingkat dunia.
Penerapan sport science dapat mencakup analisis kondisi fisik, kebutuhan nutrisi, konsumsi suplemen, hingga pola makan atlet. Data yang dikumpulkan kemudian dapat dimanfaatkan untuk menyusun program latihan yang lebih sesuai dengan kondisi setiap individu.
Kecerdasan buatan juga berpotensi digunakan untuk menganalisis pergerakan, strategi pertandingan, dan perkembangan performa atlet. Hasil analisis tersebut dapat membantu pelatih mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya pengamatan langsung.
Selain mendukung latihan dan pertandingan, kemajuan teknologi dapat diterapkan dalam pengembangan peralatan olahraga. Peralatan yang dirancang berdasarkan penelitian diharapkan mampu meningkatkan efektivitas latihan sekaligus mengurangi risiko cedera.
BRIN menyatakan siap berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta perguruan tinggi untuk mengembangkan ekosistem sport science. Kerja sama tersebut akan menjangkau pembinaan atlet usia muda hingga tingkat elite.
Kemenpora juga tengah menyelaraskan Manajemen Talenta Nasional dengan Desain Besar Olahraga Nasional. Penyelarasan meliputi pembinaan, kompetisi, peningkatan mutu tenaga olahraga, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan data atlet.
Pemanfaatan AI diharapkan membuat pembinaan olahraga nasional menjadi lebih terukur dan berkelanjutan. Dengan dukungan riset, teknologi, serta kolaborasi lintas lembaga, Indonesia berpeluang mempercepat lahirnya atlet berprestasi di tingkat internasional.
