REDAKSI

MONDAYREVIEW.COM - Transformasi BUMN mengubah salah satu sisi wajah ekonomi Indonesia. Transformasi yang mampu menggerakkan BUMN lebih integratif, responsif, mampu membangun kerja kolaboratif antara entitas yang satu dengan yang lain.  Salah satu langkah transformatif itu adalah pembentukan DEFEND ID. Holding BUMN yang fokus pada pengembangan industri pertahanan dengan PT Len Industri sebagai induknya. 

Salah satu alasan Erick Thohir menjadikan PT Len Industri sebagai induk adalah kemampuannya dalam  mengintegrasikan teknologi antar sektor dan memiliki kapabilitas di bidang command, control, communication, computer, cyber, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C5ISR) sebagai interoperability dan brain system untuk semua platform berbasis elektronika.

Secara struktural Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir menetapkan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra sebagai Komisaris Utama PT Len Industri (Persero). Dengan demikian koordinasi antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN dapat berlangsung dengan optimal.  

Senada dengan Erick, Henindra juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem industri pertahanan. Keterlibatan dan kolaborasi banyak fihak menjadi kunci keberhasilan program dan kebijakan dalam membangun industri ini. 

“Diperlukan pengembangan produk Industri Pertahanan yang strategis dan memiliki teknologi tinggi yang melibatkan lebih dari satu industri pertahanan, sehingga dalam pengembangan jangka panjang akan membentuk Ekosistem Industri Pertahanan”, ungkap.  Wamenhan M Herindra. 

Diperlukan upaya pembangunan sistem pertahanan siber yang solid, guna menjawab tantangan disrupsi teknologi saat ini. Teknologi elektronika pertahanan saat ini dikembangkan oleh PT Len Industri (Persero). Induk BUMN Industri Pertahanan ini fokus di bidang C4ISR (Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance). Len Industri melakukan pengembangan mandiri produk pertahanan maupun melalui kerja sama sebagai mitra strategis untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) militer Indonesia. Demikian dikutip dari situs resmi PT Len Industri, 

Misi Len Industri dalam lini bisnis pertahanan adalah menjadi penyedia solusi elektronika pertahanan nasional dan internasional melalui teknologi yang unggul, mandiri, terintegrasi dan aman (excellent, independent, integrated and secure).

Produk Elektronika Pertahanan yang sudah dihasilkan antara lain Command and Control System: Tactical Datalink, Combat Management System (CMS) Mandala, Maritime Surveillance System. Ada juga Communication System: Alkom HF-VHF-V/UHF Manpack/ Vehicular/Base Station, Naval Intercom.

Selanjutnya Sensor System: Air Surveillance Radar Len S-200, Optronic System Retimax2000, Identification Friend Or Foe (IFF). Menyusul Weapon Control System & Electronic Warfare: Mission System, Combat System, Intelligent Surveillance System (ISS).
Serta Training System: Simulator System, Learning Management System.
 
Len juga berpengalaman dalam proyek Radar Medium Range – TNI AU, Perbaikan Radar Master T – TNI AU, Proyek Upgrade Radar DA-05 (4 KRI) – TNI AL, Perbaikan Radar TD-2000 – TNI AD, National Tactical Data Link & C2 System, Modernisasi Combat System MRLF KRI Usman Harun 359,  Pengembangan CMS Mandala di 8 KRI, Starstreak Indonesia, Pembangunan Gunnery Firing Range (GFR) TNI ALda Mission System UAV/PTTA MALE (Medium Altitude Long Endurance)
 
PT Len Industri (Persero) saat ini berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selama ini, Len telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah menunjukkan berbagai pengalaman dalam bidang :

Tumbuhnya industri pertahanan, tidak hanya membawa dampak langsung kepada pemenuhan kebutuhan alutsista dan pendukung alutsista saja, namun akan menjadi pijakan bagi pengembangan industri nasional lainnya yang secara akumulatif akan meningkatkan kemampuan perekonomian Bangsa Indonesia dalam aspek perindustrian.

Sistem Persinyalan Kereta Api di berbagai jalur utama kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera. Len juga terlibat dalam Pembangunan urban transport di kota-kota besar seperti LRT Sumatera Selatan, LRT Jakarta, LRT Jabodebek dan Skytrain Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Len didirikan sejak tahun 1965 dengan nama LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional). Kemudian bertransformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1991. Sejak saat itu Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri (Persero).

Baca Juga
Member of Monday Media Group.
Copyright © 2021 MondayReview .
All rights reserved.
Privacy Policy | Contact