AI Dunia Makin Panas
Persaingan AI global kini bergeser dari sekadar chatbot menuju perang model frontier, agen kerja otomatis, cip mahal, pusat data raksasa, dan perebutan talenta kelas dunia.
Persaingan AI global kini bergeser dari sekadar chatbot menuju perang model frontier, agen kerja otomatis, cip mahal, pusat data raksasa, dan perebutan talenta kelas dunia.
Perusahaan teknologi terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Anthropic telah mulai menyesuaikan harga layanan berdasarkan penggunaan aktual untuk mengimbangi biaya operasional yang sangat besar.
Investasi masif ini menunjukkan bahwa Google berupaya keras untuk mempertahankan dan memperkuat posisinya di garis depan pengembangan AI, di tengah persaingan ketat dengan perusahaan teknologi lainnya
Model AI terbaru Google mencatat lompatan besar di matematika, sains, dan rekayasa, bahkan diklaim mampu menulis paper ilmiah secara mandiri.
Pemerintah Federal Amerika Serikat dan 17 negara bagian pernah menggugat Amazon. Raksasa e-comerce tersebut dianggap menyalahgunakan dominasi ekonominya dan merugikan persaingan sehat.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Google memberikan 5.000 beasiswa Google Career Certificates (GCC) melalui program Digital Talent Scholarship (DTS) Kominfo
Salah satu langkah penting dalam upaya transformasi ini adalah integrasi Generative AI (Gen AI) ke dalam operasional dan penawaran produk inti Telkomsel. Melalui Program Cloud Google for Startups, Telkomsel dapat...