Mondayreview.com– China secara agresif mempercepat pengembangan kecerdasan buatan dengan menetapkan serangkaian target ambisius yang akan dicapai pada akhir tahun 2027. Pemerintah Tiongkok menargetkan untuk membina setidaknya 3.000 penyedia layanan aplikasi kecerdasan buatan di seluruh negeri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan pasokan teknologi inti yang aman, andal, dan mandiri dari ketergantungan eksternal.
Dukungan infrastruktur menjadi pondasi utama dalam rencana tersebut, terlihat dari proyeksi peningkatan daya komputasi cerdas yang sangat signifikan. Berdasarkan data industri, skala daya komputasi cerdas China tercatat sebesar 725,3 EFlops pada tahun 2024 dan diproyeksikan akan melonjak drastis menjadi 2.781,9 EFlops pada tahun 2028. Akselerasi ini menunjukkan komitmen serius Beijing dalam membangun ekosistem yang mampu menopang berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan publik.
Namun, ambisi besar ini tidak lepas dari tantangan geopolitik yang semakin kompleks, terutama terkait pembatasan ekspor chip canggih dari negara Barat. Data dari laporan indeks kecerdasan buatan terbaru menunjukkan bahwa investasi swasta di Amerika Serikat mencapai 285,9 miliar dolar AS pada tahun 2025. Angka ini tercatat lebih dari 23 kali lipat dibandingkan dengan 12,4 miliar dolar AS yang diinvestasikan di China, menciptakan kesenjangan pendanaan yang memaksa Tiongkok untuk semakin mengandalkan inovasi domestik.
Menyikapi tekanan tersebut, China mengalihkan fokusnya pada pengembangan model yang lebih efisien dan optimalisasi sumber daya komputasi yang ada. Berbagai perusahaan teknologi domestik didorong untuk berkolaborasi dalam riset menyeluruh dan menciptakan terobosan baru tanpa bergantung sepenuhnya pada perangkat keras kelas atas impor. Strategi ini juga diperkuat dengan regulasi yang mulai mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas nasional tanpa mengorbankan stabilitas ketenagakerjaan.
Ke depan, tahun 2027 akan menjadi tahun penentuan apakah China berhasil mempertahankan posisinya sebagai pesaing utama dalam persaingan global. Keberhasilan mencapai target ribuan penyedia layanan dan kemandirian teknologi inti akan menjadi indikator kunci keberhasilan peta jalan kecerdasan buatan negeri ini. Dunia akan terus mengamati bagaimana Beijing menavigasi hambatan eksternal sambil terus mendorong batas-batas inovasi di dalam negeri.
