BUMN Masuk Babak Baru, Danantara Dorong Efisiensi dan Kinerja

Mondayreview.com– Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasuki fase baru transformasi di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pemerintah mendorong konsolidasi dan streamlining perusahaan negara agar pengelolaan aset menjadi lebih efisien sekaligus meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional. Menurut ANTARA, pengamat BUMN Toto Pranoto menilai proses streamlining perlu dipercepat agar perbaikan kinerja perusahaan negara dapat berlangsung lebih efektif.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan BUMN tidak hanya sebagai pelaksana fungsi pelayanan publik, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Prabowo sebelumnya memberikan apresiasi kepada pimpinan dan tim Danantara atas upaya pembenahan serta transformasi BUMN yang dinilai mulai memberikan dampak terhadap efisiensi dan peningkatan keuntungan perusahaan negara.

Salah satu indikator restrukturisasi adalah konsolidasi aset BUMN. Pada Juni 2026, Danantara menyatukan pengelolaan hotel-hotel milik BUMN di bawah InJourney. Sebanyak 45 hotel telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA), yang menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset sektor hospitality dan meningkatkan daya saing bisnis BUMN.

Dari sisi fiskal, transformasi BUMN juga semakin terkait dengan kapasitas pembiayaan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun ke APBN 2026. Dana tersebut akan masuk sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya, sementara sebelumnya dividen BUMN tercatat dalam pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan.

Perubahan struktur tersebut membuat Danantara memiliki posisi strategis dalam mengelola dan mengoptimalkan aset perusahaan negara. Tantangannya adalah memastikan konsolidasi tidak berhenti pada penggabungan aset atau perusahaan, tetapi menghasilkan produktivitas, efisiensi biaya, peningkatan laba, dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pengamat juga melihat kinerja positif sejumlah BUMN pada semester pertama 2026 sebagai salah satu perkembangan penting. Menurut Toto Pranoto, streamlining yang lebih cepat berpotensi membuat perusahaan negara semakin efektif dan efisien. Namun, proses tersebut tetap membutuhkan tata kelola yang kuat, transparansi, manajemen profesional, dan indikator kinerja yang terukur.

Ke depan, arah BUMN akan sangat dipengaruhi kemampuan Danantara mengelola portofolio perusahaan negara secara profesional sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah. Jika efisiensi berhasil meningkatkan produktivitas dan keuntungan, BUMN berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta penerimaan negara. Sebaliknya, konsolidasi tanpa perbaikan fundamental berisiko hanya memindahkan struktur kepemilikan tanpa menghasilkan perubahan kinerja yang signifikan.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *