Mondayreview.com–Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di kota Isfahan, Iran, pada Minggu dini hari menewaskan sedikitnya 15 orang, menandai eskalasi konflik yang kini memasuki hari ke-16. Kejadian ini memicu respons balasan dari Tehran, yang melancarkan rentetan serangan rudal ke Israel dan sejumlah negara Teluk.
Sirene peringatan berbunyi di wilayah Israel tengah sebagai dampak dari serangan rudal balasan Iran. Sementara itu, Tehran juga melanjutkan serangannya di negara-negara Teluk, memperpanjang ketegangan regional yang telah berlangsung.
Serangan terhadap Isfahan oleh Amerika Serikat dan Israel terjadi pada dini hari Minggu. Insiden ini menyebabkan korban jiwa sebanyak 15 orang, menambah daftar panjang korban dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.
Sebagai respons, Iran segera meluncurkan beberapa rentetan rudal sebagai serangan balasan terhadap Israel. Laporan juga menyebutkan bahwa Tehran meneruskan serangan-serangan di sejumlah negara Teluk, menunjukkan jangkauan luas dari aksi pembalasan tersebut.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, “Tehran ingin membuat kesepakatan,” seraya menyerukan koalisi angkatan laut untuk membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
Pernyataan Trump menyoroti pentingnya jalur pelayaran strategis tersebut di tengah gejolak regional. Konflik ini telah berlangsung selama lebih dari dua minggu, dengan serangkaian serangan dan balasan yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
