Mendikdasmen minta matematika tingkat dasar jangan terlalu kompleks

Mondayreview.com–Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyerukan agar materi pelajaran matematika untuk tingkat dasar, khususnya Taman Kanak-kanak (TK) serta Sekolah Dasar (SD) kelas satu dan dua, dibuat tidak terlalu kompleks. Permintaan ini bertujuan untuk lebih mengedepankan pengasahan logika berpikir anak-anak dibandingkan menekankan pada hitungan rumit sejak dini.

Penekanan pada penyederhanaan ini disampaikan dalam peluncuran program Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional di Jakarta. Abdul Mu’ti menyoroti perbedaan pendekatan pendidikan matematika di Indonesia dengan negara lain seperti Australia, yang umumnya masih fokus pada permainan untuk mengembangkan logika anak.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas materi matematika kompleks yang diajarkan terlalu dini di Indonesia, seperti perkalian dan pembagian yang sudah dikenalkan sejak kelas dua SD, bahkan TK. “Padahal harusnya masa-masa awal itu yang penting ditekankan adalah logic-nya. Karena logic-nya, maka seringkali itu hanya bermain-main saja. Sementara di sini sudah ditekankan pada hitung-hitungan matematika sudah pakai rumus-rumus begitu, yang itu seharusnya tidak diberikan pada masa awal,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti berpendapat bahwa pengenalan soal matematika yang rumit tanpa mempertimbangkan kesiapan logika anak dapat menumbuhkan rasa takut terhadap pelajaran tersebut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang pada jenjang pendidikan selanjutnya, menciptakan persepsi negatif terhadap matematika.

“Dan kemudian kesulitan yang mereka hadapi ketika belajar matematika di masa awal itu akan terdampak terus dalam jenjang berikutnya. Sehingga ada yang bicara ‘math’ itu identik dengan ‘dead’, sehingga ada yang bilang matematika itu ‘mati-matian’,” ujarnya menambahkan.

Menyikapi hal tersebut, Kemendikdasmen berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan Program Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional. Program ini akan dilaksanakan di enam kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi, mencakup Sumatera Utara (Kota Medan dan Kota Pematangsiantar), Jambi (Kabupaten Batang Hari), Jawa Tengah (Kabupaten Tegal), dan Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende).

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *