Mondayreview.com-Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) hingga 13 Juni 2026, realisasi program tersebut telah mencapai 324.213 unit rumah secara nasional.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, yang menyebutkan bahwa pembangunan dan renovasi rumah berlangsung melalui empat jalur utama, yakni jalur negara, pengembang, swadaya masyarakat, dan gotong royong. Dari total realisasi yang tercatat, jalur pengembang menjadi kontributor terbesar dengan 181.291 unit rumah yang telah terealisasi.
Selain sektor pengembang, jalur swadaya masyarakat juga menunjukkan progres yang cukup signifikan. Pemerintah menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus memperbaiki kualitas rumah yang selama ini masuk kategori tidak layak huni. Program ini juga terintegrasi dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa target 3 juta rumah tidak mungkin dicapai hanya melalui anggaran negara. Karena itu, strategi yang ditempuh adalah membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan pengembang, perbankan, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Berbagai insentif juga terus didorong untuk mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Di sisi lain, sejumlah proyek pendukung mulai bermunculan untuk memperkuat program tersebut. Konsep hunian vertikal bagi MBR, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), hingga pemanfaatan lahan milik BUMN dan swasta menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjawab kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Meski progres mencapai lebih dari 324 ribu unit menunjukkan kemajuan, tantangan yang dihadapi masih besar. Dengan target jutaan unit rumah dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah perlu memastikan ketersediaan lahan, akses pembiayaan murah, percepatan perizinan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat. Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, pengembang, dan sektor keuangan dinilai menjadi kunci keberhasilan program yang digadang-gadang sebagai salah satu proyek sosial terbesar dalam sejarah pembangunan perumahan Indonesia.
