AI Ubah Cara Belajar Mahasiswa dan Pelajar

Mondayreview.com– Laporan terbaru dari University of Southern California (USC) mengungkapkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT untuk mendapatkan jawaban cepat ketimbang untuk mendalami pemahaman konsep. Penemuan ini menyoroti bagaimana teknologi AI saat ini dimanfaatkan sebagai jalan pintas dalam tugas perkuliahan, kecuali jika dosen secara aktif mengarahkan penggunaannya untuk pembelajaran yang lebih mendalam.

Riset yang diterbitkan oleh USC Center for Generative AI and Society ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan AI untuk apa yang disebut “executive help”—mencari solusi cepat dengan sedikit usaha—bukan untuk “instrumental help” yang melibatkan klarifikasi konsep, pembangunan keterampilan, dan dukungan pembelajaran mandiri. Penelitian ini memberikan gambaran terkini tentang bagaimana AI generatif membentuk ruang kelas pendidikan tinggi.

Menanggapi temuan ini, Stephen J. Aguilar, associate professor di USC Rossier School of Education, menyatakan pentingnya arah penggunaan AI. “Generative AI is here and already having an impact,” kata Aguilar. “What matters now is whether we use it to deepen learning or to avoid it. Our research helps us understand how students and teachers alike are integrating AI into their work and studies.”

Tim peneliti, dipimpin oleh Aguilar bersama William Swartout, chief science officer di USC Viterbi School of Engineering’s Institute for Creative Technologies dan co-director Center for Generative AI and Society, melakukan dua survei baru dan satu studi eksperimental. Riset ini meliputi survei nasional terhadap 1.000 mahasiswa AS, studi eksperimental alat penulisan AI baru, dan survei global terhadap pengajar di lima negara, memberikan perspektif komprehensif.

Hasil survei terhadap mahasiswa AS secara khusus mengindikasikan bahwa penggunaan AI didominasi untuk tujuan pencarian jawaban instan. Meskipun demikian, laporan tersebut menyarankan bahwa dengan desain yang disengaja, panduan yang jelas, dan akses yang merata, AI generatif memiliki potensi untuk memperdalam pembelajaran daripada sekadar menggantikannya. Ini memerlukan perubahan pendekatan dari pengajar dan institusi.

Laporan ini mengidentifikasi praktik-praktik bagi mahasiswa dan pengajar untuk secara efektif memanfaatkan teknologi AI, menunjukkan bagaimana AI generatif membentuk kembali pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mendorong integrasi AI yang bertanggung jawab dan produktif dalam lingkungan akademik, memastikan bahwa teknologi baru ini dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan pendidikan.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *