Mondayreview.com – Ekonomi Indonesia diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan stabil di kisaran 5% hingga akhir tahun 2026, demikian proyeksi terbaru dari Bloomberg Economic Survey edisi Agustus. Meskipun sempat mengalami perlambatan pada kuartal II, perekonomian nasional dipandang tidak kehilangan pijakannya namun juga belum menunjukkan akselerasi tinggi yang signifikan.
Laporan survei tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5% pada kuartal III-2026. Angka tersebut diproyeksikan melambat tipis menjadi 4,86% pada kuartal IV-2026, namun ini masih lebih tinggi dari perkiraan survei bulan sebelumnya yang hanya sebesar 4,58%.
Optimisme pertumbuhan juga meluas hingga tahun 2027. Proyeksi untuk kuartal I-2027 diperkirakan mencapai 4,95%, meningkat cukup signifikan dari estimasi sebelumnya yang sebesar 4,5%. Bahkan, pada kuartal III dan IV-2027, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat mencapai 5,2%.
Kendati demikian, prospek positif ini masih dibayangi oleh sejumlah persoalan di pasar keuangan domestik. Stabilitas rupiah dan kondisi pasar surat utang menjadi perhatian utama yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi agar tidak memasuki fase akselerasi yang lebih kuat.
Secara keseluruhan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 direvisi tipis dari 5,1% menjadi 5,11%. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan untuk tahun berikutnya tetap berada di level 5%. Data ini mengindikasikan pemulihan yang berlanjut, namun dengan laju yang masih moderat dan perlu diawasi.
