Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ragam

Minyak Meroket Dunia Menjerit

Pemotongan produksi minyak secara sukarela oleh Arab Saudi sebesar 1 juta barel per hari yang akan berlanjut hingga September 2023.

Beban ekonomi dunia begitu berat. Perubahan iklim, konflik, dan disrupsi teknologi membuat perdagangan dunia sekarat. Di tengah situasi ini, harga minyak dunia melejit. Negara produsen minyak mengurangi pasokan justru di saat permintaan melonjak. Krisis pangan dan krisis energi ada di depan mata. 

Harga minyak mentah dunia diprediksi akan terus mengalami kenaikan.  Minyak mentah Brent dibuka melonjak 0,34% ke posisi US$94,02 per barel. Hal ini akan memberikan dampak bagi perekonomian global, meningkatkan biaya transportasi dan manufaktur sekaligus menekan belanja konsumen. Kenaikan harga minyak dunia juga akan mempengaruhi APBN, khususnya beban subsidi BBM dan LPG yang meningkat dan bisa melebihi asumsi APBN. 

Menurut penelusuran mondayreview.com, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga minyak pada September 2023. Salah satunya adalah pemotongan produksi minyak secara sukarela oleh Arab Saudi sebesar 1 juta barel per hari yang akan berlanjut hingga September 2023. Selain itu, terjadi peningkatan harga minyak mentah untuk kawasan Asia Pasifik. Kenaikan itu juga dipengaruhi oleh reaksi pasar atas rencana Saudi Aramco dalam menaikkan harga jual minyak untuk kawasan Asia mulai September 2023. 

Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa fluktuasi harga minyak di pasar dunia berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi selama 3 bulan (satu kuartal). PT Pertamina (Persero) menyatakan siap mendukung upaya pemerintah menjaga tingkat inflasi, dengan menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) hingga liquefied petroleum gas (LNG).

Meskipun demikian, Indonesia tetap resilien dalam menghadapi pelemahan ekonomi global tersebut. Pada triwulan pertama 2023, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03%, melampaui sebagian besar perkiraan analis pasar dan berada di atas pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang berada pada level 4,5% pada triwulan yang sama. Pada triwulan ketiga dan keempat 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan tetap kuat. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3%, didorong oleh perbaikan permintaan domestik

Namun, perlambatan kondisi perekonomian di negara maju tentu akan memberikan dampak bagi negara-negara berkembang yang sangat mengandalkan ekspor. Kebijakan reopening Tiongkok belum mampu mendorong pemulihan ekonomi. Sehingga sumber pertumbuhan ekonomi dunia masih sangat lemah tahun ini. 

Dari sisi ekonomi politik, krisis harga minyak goreng di pasar domestik dapat dijelaskan dengan kenaikan harga yang selaras dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. 

Dalam menghadapi gejolak harga minyak di tahun 2023, Indonesia perlu terus memperkuat ekonomi domestik dan memperkuat daya saing ekspor. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor infrastruktur dan memperkuat sektor manufaktur. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perspektif

Mengejutkan sekaligus membanggakan, film berjudul ‘Autobiography’ akhirnya mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Piala Oscar 2024. Mengejutkan, karena meski merupakan karya perdana Makbul Mubarak, namun...

Vidiopedia

Freeport-McMoRan, perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, salah satunya di Indonesia. Sejak lama, perusahaan ini jadi sorotan karena masalah...

Ragam

Diantara butir pernyataannya Muhammadiyah menegaskan agar Israel tidak menjadikan perang ini sebagai alasan untuk terus melakukan aneksasi dan agresi ke wilayah Palestina, menghimbau agar...

Perspektif

Perdebatan yang selama ini berkembang menempatkan politik identitas seakan sama dengan identitas politik. Dengan pernyataan ini maka akan ada reaksi dari pendukung Cak Imin...